Menurut Saparudin, Pemkot Pangkalpinang akan terus menjalin komunikasi dengan pihak perusahaan serta mengajukan proposal agar dana CSR dapat diarahkan untuk membantu masyarakat.

https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Pangkalpinang

“Kita selalu menjalin komunikasi, kemudian kita mengajukan proposal kepada mereka untuk mereka bisa mengeluarkan dana CSR mereka untuk masyarakat Pangkalpinang,” katanya.

Saparudin berharap kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dapat terus berjalan sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh bantuan, khususnya mereka yang membutuhkan hunian layak.

Salah satu penerima bantuan RLH tersebut adalah Usman (38), warga Kelurahan Tua Tunu yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian dengan merawat taman di Darul Muhabah.

Sebelumnya, Usman tinggal di rumah berbahan papan dengan kondisi yang sudah tidak layak huni. Rumah tersebut kemudian dibangun melalui bantuan CSR perusahaan dengan proses pengerjaan selama kurang lebih satu bulan.
Usman mengaku bersyukur karena kini memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapatkan bantuan rumah ini. Sebelumnya rumah saya masih papan dan kondisinya memang sudah tidak layak. Sekarang rumahnya sudah bagus dan lebih nyaman untuk ditempati,” ujar Usman.