Respons Gejolak Pembangunan Pabrik CPO di Tumbak Petar, Bupati Bangka Barat Gelar Pertemuan

BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat bergerak cepat merespons gejolak di masyarakat terkait isu lingkungan. Bupati Bangka Barat, Markus, dijadwalkan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Rencana Pembangunan Pabrik CPO (Crude Palm Oil) yang berlokasi di Desa Tumbak Petar, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat pada Jumat (25/9/2026) hari ini.

Langkah ini diambil guna memastikan keselarasan regulasi tata ruang dan lingkungan hidup, menyusul mencuatnya dugaan pembabatan hutan secara masif di sepanjang aliran Sungai Buton yang mengancam ekosistem dan keanekaragaman hayati setempat.

Agenda krusial tersebut tertuang dalam surat undangan resmi bernomor 100.2/96/SETDAII/2026 yang diterbitkan pada Rabu, 23 September 2026. Pelaksanaan rakor dipusatkan di Operational Room I (OR 1) Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Barat, Lantai 2, Komplek Perkantoran Terpadu Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Mentok, dimulai pukul 14.00 Wib hingga selesai.

Hutan Sungai Buton Gundul dan Dikeruk

Sebelumnya, aktivitas pembabatan lahan di sepanjang Sungai Buton, Dusun Tumbak, Desa Tumbakpetar dilaporkan telah merusak kawasan hijau. Pantauan di lapangan menunjukkan pohon-pohon besar di sempadan sungai telah hilang berganti dengan aktivitas pengerukan aliran air serta pemasangan tanggul pipa berukuran 12 inci.

Proyek pengolahan kelapa sawit tanpa identitas papan nama resmi ini ditengarai milik seorang pengusaha asal Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, berinisial AH (Ahon). Aktivitas penggarapan lahan tersebut diduga kerap dilakukan secara sembunyi-sembunyi pada malam hari demi menghindari pengawasan warga sekitar.

Merespons kehancuran lingkungan itu, tokoh masyarakat Dusun Tumbak, Muhammad Qosim Thaha Al Fatih, mengaku telah melayangkan surat pengaduan resmi kepada Bupati Bangka Barat sejak 29 Juli 2026 lalu, dengan tembusan ke jajaran Forkopimda seperti Kajari dan Kapolres.