Iqbal menyebutkan, kebutuhan darah di PMI Kota Pangkalpinang mencapai sekitar 60 hingga 70 kantong per hari. Untuk kegiatan donor darah dalam rangka HUT PMI ke-81 tersebut, PMI menargetkan dapat mengumpulkan 225 kantong darah.

“Target kami hari ini sebanyak 225 kantong darah, dan pastinya kami juga menyiapkan dari PMI Kota Pangkalpinang sebanyak 225 snack juga untuk masyarakat yang mendonorkan darah,” katanya.

Terkait kebutuhan darah dengan rhesus negatif, Iqbal mengatakan permintaannya tidak selalu ada. Namun, PMI tetap merangkul para pendonor rhesus negatif agar dapat dihubungi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Kalau rhesus negatif enggak selalu ada permintaan. Cuma kita tetap punya para pendonor yang memang kita rangkul ketika suatu saat dibutuhkan, mereka siap untuk mendonorkan darah,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Hisar Manulu, turut mengajak masyarakat untuk menjadi pendonor baru. Menurutnya, kebutuhan darah di Pangkalpinang cukup tinggi, terutama untuk pasien talasemia, ibu melahirkan, pasien operasi, serta korban kecelakaan.

“Kita memang kebutuhan darah di Pangkalpinang, terutama karena kasusnya banyak, kita perlu pendonor-pendonor baru,” ujar Hisar.

Ia menilai ketersediaan darah tidak dapat hanya mengandalkan pendonor reguler. Karena itu, keberadaan pendonor baru sangat dibutuhkan untuk menjaga suplai darah dan produk darah.

“Kita enggak bisa mengandalkan pendonor reguler saja, tapi perlu pendonor baru,” katanya.

Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam donor darah serta mendukung PMI sebagai mitra pemerintah dalam pelayanan kemanusiaan.