Renovasi atau Bongkar Total Bangunan, Ini yang Perlu Diperhatikan
TIMELINES.ID – Bangunan yang sudah berdiri cukup lama tentu akan mengalami penurunan dari berbagai sisi. Termasuk salah satunya adalah penurunan kekuatan struktur.
Itulah mengapa bangunan tua sebaiknya menjalani proses perkuatan struktur apabila memang masih ingin digunakan. Bahkan ada juga bangunan tua yang perlu menjalani proses bongkar ulang total.
Tentunya opsi renovasi atau bongkar ulang ini perlu mempertimbangkan beberapa faktor penting. Mari cari tahu apa saja yang perlu dipertimbangkan untuk memutuskan pilihan renovasi atau bongkar total.
Apa Beda Refurbishment dan Bongkar Total?
Anda mungkin saja sudah berulang kali mendengar istilah refurbishment. Ini merupakan sebuah upaya perbaikan dan pembaruan bangunan agar lebih kokoh sehingga usia pakainya lebih panjang.
Refurbishment sangat umum diterapkan pada bangunan lama atau bangunan tua yang dingin digunakan kembali. Perbaikan biasanya dilakukan di titik tertentu sesuai kerusakan yang terjadi.
Sementara itu bongkar total tidak perlu repot mencari kerusakan atau bagian yang lemah. Sesuai namanya, proses ini akan dimulai dengan membongkar bangunan tua kemudian melakukan pembangunan ulang.
Tentunya konsep refurbishment dan bongkar total sangat berbeda. Refurbishment hanya dapat dilakukan apabila struktur bangunan memang masih sangat baik dan layak.
Sementara itu bongkar total hanya dilakukan jika struktur bangunan sudah lemah dan tidak layak digunakan.
Faktor-Faktor yang Menentukan
Bangunan tua bisa saja menjalani refurbishment atau bongkar total. Tentunya keputusan tersebut harus diambil berdasarkan pertimbangan yang matang.
Berikut adalah beberapa faktor yang menentukan apakah bangunan tua perlu dibongkar total atau cukup menjalani refurbishment.
Kekuatan Bangunan
Faktor pertama adalah kekuatan bangunan tersebut. Tentunya jika struktur bangunan masih cukup kuat maka akan lebih baik jika dilakukan refurbishment tanpa harus membongkar total.
Namun jika hasil evaluasi menunjukkan struktur bangunan sudah tidak cukup kokoh, maka pembongkaran akan sangat dibutuhkan. Jangan sampai memaksakan refurbishment padahal struktur bangunan tidak cukup kuat.
Kondisi Struktur
Cek secara cermat seperti apa kondisi struktur. Kekuatan struktur bisa saja masih cukup baik namun jika dilihat kondisinya lebih jauh ternyata ada beberapa kerusakan yang perlu diperbaiki.
Struktur bangunan menjadi bagian penting yang harus dievaluasi ketika ingin memutuskan untuk melakukan refurbishment atau pembongkaran total.
Tujuan Pemakaian
Faktor berikutnya adalah tujuan pemakaian bangunan. Biasanya refurbishment atau bongkar total dilakukan pada bangunan tua karena ingin difungsikan kembali.
Maka perlu ditinjau lebih jauh apakah tujuan pemakaian tersebut. Tujuannya agar bisa menyesuaikan seperti apa sebaiknya tindakan yang harus dilakukan agar bangunan bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
Kapasitas Bangunan
Setelah mengetahui tujuan pemakaian bangunan maka bisa ditentukan seperti apa kapasitas yang diharapkan. Dari sini juga bisa ditentukan apakah ingin refurbishment atau perlu pembongkaran secara total.
Jika fungsi baru bangunan membutuhkan kapasitas yang lebih besar maka pembongkaran total dapat dipertimbangkan. Tujuannya agar struktur bisa lebih kuat sesuai dengan kebutuhan kapasitas bangunan tersebut.
Kerusakan Bangunan
Tentunya harus dilihat juga apakah ada kerusakan pada bangunan atau tidak. Kerusakan ini juga akan berpengaruh pada tindakan yang harus diambil.

