Dorong Lada Putih Tembus Pasar Global, Bangka Tengah Tetapkan 10 Desa Devisa
Partisipasi masyarakat, terutama petani, juga dinilai menjadi bagian penting dalam program tersebut. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Peran ini sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi, terutama dalam menggerakkan UMKM agar nantinya mampu melakukan ekspor,” lanjut Algafry.
Dalam program Desa Devisa, Pemkab Bangka Tengah menyiapkan tiga komoditas unggulan, yakni lada putih, lidi nipah, serta produk olahan ikan. Bupati menjelaskan, pengembangan komoditas tersebut tersebar di sejumlah desa sesuai dengan potensi masing-masing wilayah.
“Selain lada putih, kami ada lidi nipah sama produk olahan ikan. Jadi tiga komoditas ini memang sudah ingin kami siapkan,” ungkapnya.
Algafry mengatakan, masih sejumlah wilayah lain yang memiliki potensi komoditas untuk dikembangkan sehingga mampu menembus pasar global.
“Ada 10 Desa Devisa di Bangka Tengah. Contohnya, Desa Kurau untuk komoditas olahan ikan, Pangkalraya untuk lidi nipah, dan Sungkap untuk komoditas lada. Masih ada beberapa daerah lainnya yang memiliki potensi komoditas dan siap kita dorong untuk menembus pasar global,” jelasnya.
Adapun 10 desa yang ditetapkan dalam penguatan Desa Devisa di Kabupaten Bangka Tengah, yakni Desa Sungkap, Desa Keretak Atas, Desa Namang, Desa Kurau Barat, Desa Kebintik, Desa Benteng, Desa Sungaiselan, Desa Kurau, Desa Air Mesu, dan Desa Air Mesu Timur.

