Dorong Lada Putih Tembus Pasar Global, Bangka Tengah Tetapkan 10 Desa Devisa
Dorong Lada Putih Tembus Pasar Global, Bangka Tengah Tetapkan 10 Desa Devisa
BANGKA TENGAH, TIMELINES.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah terus mendorong penguatan ekonomi inklusif masyarakat melalui pengembangan potensi komoditas unggulan daerah agar mampu menembus pasar global.
Upaya tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemkab Bangka Tengah dan Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP), sekaligus seremoni penetapan dan penguatan Desa Devisa di Gedung Serba Guna Kecamatan Namang.
Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat akses pembiayaan pemberdayaan sekaligus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bangka Tengah.
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mengatakan, kerja sama dengan PIP menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun ekosistem UMKM yang tidak hanya kuat di tingkat lokal, tetapi juga mampu berkembang hingga pasar internasional.
“Alhamdulillah, kami telah menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) dengan teman-teman dari PIP. Untuk pertama kalinya, kami juga meluncurkan komoditas lada sebagai Desa Devisa. Salah satu produknya adalah lada putih yang hari ini kami lepas untuk dipasarkan ke pasar global,” tutur Algafry, Senin (28/9/2026).
Ia menyebutkan, salah satu negara yang siap menerima komoditas lada putih tersebut adalah Belanda. Ia menyampaikan bahwa langkah tersebut menjadi momentum penting bagi Bangka Tengah untuk mulai mendorong produk-produk UMKM dan hasil pertanian lokal agar berorientasi ekspor.
Algafry menegaskan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari lembaga pemerintah, PIP, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), DJPb, pemerintah desa, pelaku UMKM hingga masyarakat, khususnya para petani.

