Menyemaikan Karya, Menyalakan Api Literasi Lewat Kelekak Media
Bahkan karya guru dari Pulau Belitung pun ikut terpublis. Kerennya lagi, karya yang dikirimkan ke Kelekak Media sudah mencapai 104 naskah literasi. Pencapaian yang luar biasa.
Mengapa Mas Agus terus mengajak berliterasi sastra khususnya? Salah satunya, ia mendorong kita untuk terus merawat estetika, budaya, dan kearifan lokal.
Bagi saya, berliterasi berarti merawat ingatan. Di usia saya yang tak muda lagi ini, berliterasi berarti mengasah kembali ingatan saya yang sudah mulai lupa.
Menulis khususnya akan memaksa saya untuk mengulang dan mencari kosakata baru. Menumbuhkan rasa dan berpikir kritis merupakan sisi lain yang kita dapatkan dari berliterasi.
Sekali lagi, apresiasi untuk Mas Agus. Para penulis di Kelekak Media mungkin bisa dikumpulkan dalam grup WA, dibuatkan program menulis per minggu agar karya-karya dapat dipublis secara rutin.
Selain itu, ratusan karya di Kelekak Media bisa dijadikan buku antologi sebagai bentuk apresiasi kepada para penulis.
Terus semangat membuka ruang berekspresi, Mas Agus. Semoga program Kelekak terus berkembang dengan hadir penulis-penulis yang bukan hanya dari Babel saja tetapi di luar ikut berpartisipasi. Mari berliterasi, berkarya sekaligus merawat ingatan. Salam literasi

