Kopi Literasi Vs Kopi Wakil Rakyat

Oleh: Dedy Irawan – Tim Hore Gerakan Literasi Bangka Selatan

Selasa (11/11/2025) siang, pengurus GPMB (Gerakan Pembudayaan Minat Baca) Bangka Selatan diundang Pansus Raperda Pengembangan Budaya Literasi. Gerakan literasi yang terus digencarkan Ketua GPMB Basel, Datuk Rusmin Sopian mendapat respons baik dari DPRD.

Ternyata sejak akhir tahun 2024, salah satu wakil rakyat yang digawangi Lisa Oktaviani berinisiatif mengusulkan Perda Literasi. Kedatangan Gol A Gong pada akhir 2024 lalu yang mendorong Basel memiliki Perda Literasi ibarat gayung bersambut.

Memang bagi Lisa, dunia literasi bukan hal yang baru. Maklum saja, politisi muda PKS ini sejak mahasiswa di Jogjakarta aktif di taman bacaan. Di Kecamatan Payung pun Lisa tetap aktif dengan taman bacaannya.

Baca Juga  Realita Hukum yang Adil di Masyarakat Apakah Sudah Relevan atau hanya Bualan?

Hanya ketika duduk di DPRD, waktunya cukup tersita sehingga kegiatan itu sedikit ditinggalkannya. Lisa tahu, gerakan literasi adalah sebuah aksi sosial yang bertujuan untuk menciptakan SDM yang unggul.

Salah satunya adalah dengan gerakan baca tulis. Lisa tahu tingkat literasi di Bangka Belitung berada di posisi rendah. Untuk mendorong aksi ini, salah satunya adalah dengan menguatkan regulasinya yaitu dengan Perda Literasi.

Angin segar bagi para penulis dan pegiat literasi di Bangka Selatan. Gerakan literasi yang kadang bisa dikatakan gerakan pengabdian itu, mendapat perhatian dari wakil rakyat.

Diskusi yang dilontarkan para pengurus GPMB begitu antusias. Kendala yang terjadi di lapangan pun diungkapkan. Meski harus diakui, gerakan literasi khususnya tulis menulis di Basel mendapat apresiasi para penggiat dari kabupaten lain.

Baca Juga  Matinya Harapan di Ujung Negeri: Ketika Birokrasi Mengancam Hak Sekolah Anak Terpencil