Modal Cari Kerja Setelah Bebas, Rutan Mentok Gelar Pelatihan Mengurus Jenazah Bersertifikasi
Pada kesempatan yang sama, Kepala Rutan Kelas IIB Mentok, Andri Ferly, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk membekali warga binaan dengan keahlian yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ia berharap keahlian baru ini mampu mengikis stigma negatif setelah mereka bebas nanti.
“Yang tadinya mungkin dikenal sebagai ‘anak nakal’, saat bebas nanti mereka bisa langsung turun tangan membantu warga sekitar yang berduka. Dari situlah citra mereka berubah, membuktikan bahwa pemasyarakatan benar-benar hadir dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Andri.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Bangka Barat, Jumadi, menjelaskan bahwa kerja sama pembinaan keagamaan ini sebenarnya sudah berjalan pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, pada tahun ini, materi dan cakupan kegiatan diperluas untuk memberikan dampak yang lebih optimal.
“Kalau sebelumnya mungkin baru sebatas khotbah dan pembinaan oleh penyuluh kita. Ke depan, insyaallah ada pembelajaran cara mengurus jenazah. Mudah-mudahan ada kegiatan-kegiatan lain yang bisa kita lakukan bersama untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Jumadi.
Melalui PKS ini, Rutan Kelas IIB Mentok dan Kemenag Bangka Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi serta melaksanakan program kerja sama secara berkelanjutan. Seluruh rangkaian acara penandatanganan tersebut berjalan dengan tertib dan aman.

