Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi di daerah bukan hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan peningkatan kualitas SDM dan pembangunan ekonomi daerah.

“Kalau kita tidak meningkatkan IPM daerah ini, kita akan kekurangan SDM yang berkualitas untuk menggerakkan roda pertumbuhan ekonomi. Karena itu, ini bukan hanya tentang sejarah, tetapi tentang menjawab moral kita kepada bangsa dan kepada daerah,” ujarnya.

Asisten Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi ini menegaskan Institut Dargantara ke depan akan berupaya menghadirkan tenaga pengajar berkualitas sehingga mahasiswa tetap dapat memperoleh pendidikan yang kompetitif meskipun menempuh pendidikan di daerah sendiri.

“Walaupun nanti biaya kuliahnya terjangkau di Pulau Belitung, bukan berarti orang Belitung yang kuliah di sini harus minder atau tertutup. Justru kita akan menghadirkan lebih banyak tenaga pengajar yang berkualitas global agar mereka siap terjun ke dunia kerja secara kompetitif,” tuturnya.

Ia berharap para lulusan nantinya memiliki kebanggaan sebagai putra-putri daerah yang mampu menempuh pendidikan di tanah sendiri sekaligus bersaing di dunia profesional.

Wujud Mimpi Penguatan SDM

Bupati Beltim, Kamarudin Muten mengatakan kehadiran Institut Dargantara merupakan salah satu wujud dari cita-cita pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Beltim.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada potensi sumber daya alam, tetapi juga membutuhkan SDM yang berkualitas untuk mengelola dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki daerah.

“Karena pendidikan itu diutamakan. Jarang orang melirik Belitung Timur, tetapi sekarang Institut Darma Ganesha Nusantara ini menjadi yang pertama untuk S1 ada di Belitung Timur. Artinya, mimpi kita sudah tercapai,” ujar Kamarudin.

Ia berharap keberadaan perguruan tinggi tersebut dapat membuka semakin banyak kesempatan bagi generasi muda di Kabupaten Beltim untuk memperoleh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan daerah.

“Kalau SDM-nya baik, bukan tidak mungkin masa depan Belitung Timur luar biasa. Kita punya orang-orang Belitung Timur yang pernah mencapai posisi penting, dan itu harus kita lanjutkan melalui pendidikan,” katanya.

Kamarudin juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memberikan perhatian terhadap akses pendidikan, termasuk melalui program beasiswa bagi masyarakat yang membutuhkan.

Setelah rangkaian PKKMB dan launching Institut Dargantara, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Nasional Character Building dengan menghadirkan Coach Sakha Dzaky Athaya, seorang motivator sekaligus penulis buku nasional sebagai narasumber.

Seminar tersebut diikuti sebanyak 264 peserta dari mahasiswa, mahasiswa, calon mahasiswa dan juga siswa SMA yang ada di Kabupaten Beltim. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembekalan bagi generasi muda untuk membangun karakter, pola pikir, dan kesiapan menghadapi tantangan pendidikan serta dunia kerja di masa mendatang.