Perilaku LGBT di lingkungan sekolah dapat dilihat dari kecenderungan murid yang menunjukkan kedekatan dan romantisme dengan sesama jenisnya. Misalnya dengan berpegangan tangan dengan sesama jenis, memberikan perhatian lebih dan lain sebagainya

3. Berpenampilan Seperti Lawan Jenis

Ciri-ciri selanjutnya dari perilaku LGBT di lingkungan sekolah adalah adanya kecenderungan murid yang berpenampilan seperti lawan jenisnya. Misalnya murid laki-laki yang suka memakai make up, lipstick, berpakaian feminin dan lain sebagainya. Begitupun sebaliknya misalnya ada murid perempuan yang berpenampilan seperti laki-laki. Selain itu para guru juga dapat melihat gaya rambut murid dan seragam sekolah yang dimodifikasi menyerupai lawan jenis

4. Pembawaan Diri Cenderung ke Lawan Jenis

Ciri-ciri perilaku yang mengarah kepada LGBT adalah pembawaan diri yang cenderung menyerupai lawan jenis. Hal ini dapat terlihat misalnya dari gaya bicara, cara berjalan dan lain sebagainya. Para guru dapat mengidentifikasi perilaku LGBT dengan mudah misalnya dengan memperhatikan murid laki-laki dengan gaya bicara yang menyerupai perempuan, gaya berjalan murid laki-laki yang gemulai dan sebaliknya.

Pada akhirnya, perilaku LGBT tidak dapat dianggap sebagai suatu perbuatan yang wajar dan biasa. Indonesia adalah negara yang memegang teguh ideologi bangsa dan bukan negara liberal. Beberapa dampak dari perilaku LGBT adalah mendatangkan bencana dan penyakit, merusak tatanan sosial, melanggar fitrah manusia dan merusak masa depan dan marwah bangsa.

Para guru dan warga sekolah harus peka terhadap kecenderungan perilaku murid yang mengarah kepada LGBT. Langkah awalnya adalah dengan mengidentifikasi perilaku LGBT dan merumuskan solusi atas kasus-kasus tersebut. Sebagai tindakan preventif, pihak sekolah dapat melakukan sosialisasi tentang bahaya perilaku LGBT, membuat dan mengimplementasikan program pendidikan karakter serta kerja sama lintas sektoral.