“Bagi saya, temuan ini sangat berarti karena menunjukkan bahwa rawa-rawa kecil Pulau Bangka Belitung menyimpan kekayaan biodiversitas yang luar biasa. Saya berharap penelitian kami tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga membantu menjaga spesies-spesies tersebut agar tidak hilang dari habitat alaminya,” ungkap Fitri.

Menghubungkan Genetika, Biodiversitas, dan Konservasi

Fitri menjelaskan, Indonesia memiliki keanekaragaman ikan air tawar yang sangat tinggi. Namun, kekayaan tersebut juga diikuti dengan ancaman terhadap keberlangsungan sejumlah spesies, terutama ikan asli dan endemik yang belum banyak mendapatkan perhatian.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dirinya memilih menekuni penelitian biodiversitas ikan air tawar Indonesia, khususnya ikan lokal dan endemik Bangka Belitung.

Melalui kajian genetika dan pendekatan molekuler, penelitian dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai identitas, keragaman, serta hubungan genetik berbagai spesies ikan. Penelitian tersebut juga dikembangkan melalui kolaborasi dengan tim Program Studi Akuakultur UBB, khususnya dalam upaya pengembangbiakan ikan air tawar yang terancam punah untuk mendukung tujuan konservasi dan perlindungan.

“Saya memulai karier penelitian saya dengan menjadi peneliti di bidang biodiversitas ikan air tawar Indonesia, khususnya ikan lokal dan endemik Bangka Belitung, melakukan kajian terhadap genetiknya dan berkolaborasi dengan tim dari Prodi Akuakultur untuk melakukan perkembangbiakan ikan air tawar yang terancam punah untuk tujuan konservasi dan perlindungan,” tuturnya.

Dari Kampus di Daerah untuk Penelitian yang Diakui Dunia

Bagi Fitri, capaian sebagai Top 2% Scientists bukan sekadar pencapaian pribadi. Prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan menghasilkan karya ilmiah sekaligus membawa nama UBB ke tingkat internasional.

“Bagi saya pribadi, ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkarya. Saya juga senang bisa membawa nama UBB. Semoga pencapaian ini menjadi penyemangat bahwa dari kampus di daerah pun kita bisa menghasilkan penelitian yang diakui dunia,” katanya.

Penelitian yang dilakukan Fitri juga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi Bangka Belitung, terutama dalam mengenali dan melindungi kekayaan biodiversitas perairan daerah.

“Saya berharap penelitian ini bisa membantu kita mengenali kekayaan ikan air tawar Bangka Belitung sekaligus menjadi dasar untuk melindungi spesies dan habitatnya. Saya ingin generasi mendatang masih bisa melihat ikan-ikan tersebut hidup di alam, bukan hanya mengenalnya melalui foto atau buku,” ujarnya.

Kembangkan Genetika dan Akuakultur Konservasi

Ke depan, Fitri berkomitmen untuk terus mengembangkan penelitian di bidang genetika, pemodelan distribusi spesies, dan akuakultur konservasi, khususnya bagi ikan-ikan yang terancam punah di Bangka Belitung.

Ia juga berharap dapat memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk bersama dosen-dosen bidang reproduksi di Program Studi Akuakultur UBB dalam upaya pengembangbiakan dan restocking ikan untuk membantu menjaga keberlangsungan populasinya di alam.

Capaian Fitri Sil Valen menjadi bagian dari upaya UBB dalam memperkuat budaya riset dan meningkatkan kontribusi akademik di tingkat nasional maupun internasional. Lebih dari sekadar capaian bibliometrik, perjalanan penelitiannya memperlihatkan bagaimana kekayaan biodiversitas lokal Bangka Belitung dapat menjadi sumber pengetahuan yang bernilai bagi dunia. Dari ikan-ikan kecil di rawa gambut Bangka Belitung, lahir penelitian yang membawa nama UBB ke panggung ilmiah dunia.  (Humas UBB)