Kisah Inspiratif Profesor Eries, Guru Besar Kedua di Universitas Bangka Belitung
FEATURE, TIMELINES.ID — Menjadi Profesor sebenarnya bukanlah impian di dalam hidup Prof Dr. Eries Dyah Mustikarini, SP.,M.Si.
Guru Besar Ilmu Pemuliaan Tanaman Universitas Bangka Belitung ini menceritakan suatu hari ketika dirinya masih duduk di bangku kuliah pada semester 5, ia melihat seorang dosen sedang menghapus papan tulis.
Waktu itu ibu satu anak ini heran kenapa ada seorang dosen menghapus papan tulisnya sendiri setelah mengajar.
Setiap kuliah mata kuliah dosen tersebut istri Ustad Ali Muttakin, S.Pd selalu duduk di kursi paling depan, dan tidak pernah keluar dari ruangan sebelum dosen itu keluar.
Setiap hari kejadian terulang, dosen tersebut selalu menghapus papan tulisnya sendiri. Hingga suatu hari ia bertanya kepada dosen itu, “Bapak, kenapa Bapak selalu menghapus papan tulis sendiri? di sini kan ada OB.” Dosen laki-laki tersebut menjawab, “Dalam hidup kita harus membuat orang lain tersenyum. Jika kita menghapus papan tulis ini sendiri maka OB tidak harus membersihkannya dan mereka akan bahagia.”
Kata kata itu begitu merasuk dalam sanubari wanit asal Jombang, Jawa Timur ini. Eries yang begitu senang menulis, dan sering mengirimkan tulisan ke media tiba-tiba berhenti begitu saja.
Sejak hari itu ibu Muhammad Shobir Maulana Ali ini merubah cita-citanya untuk bisa menjadi dosen agar bisa menebarkan kebaikan untuk orang lain.
Cita-cita itu semakin kuat tertanam di dalam hatinya hingga akhirnya Alloh memudahkan untuk menyelesaikan studi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan lulusan terbaik dan tercepat.
Eries mendengar untuk menjadi dosen saya harus S2.
Berbagai upaya ia lakukan terutama meminta dukungan dari Ibu tercinta untuk bisa melanjutkan studi S2 ke Institut Pertanian Bogor.
Alhamdulillah, Alloh SWT memberikan banyak kemudahan dalam studi yang Eries tempuh termasuk dalam penelitian. Penelitian tesis di IPB mendapat support dari Pusat Kajian Buah Buahan Tropika PKBT dan dibimbing langsung oleh ketua PKBT saat itu.
Setelah lulus S2 beberapa tawaran muncul untuk menjadi dosen.
“Alhamdulillah, setelah melalui berbagai proses, Alloh menetapkan Universitas Bangka Belitung (UBB) sebagai tempat saya mengabdi di tahun 2006. Saat itu UBB masih berstatus sebagai universitas swasta dan berada di Sungailiat,” ujarnya, Rabu (20/12/2023).
Tahun-tahun berlalu, Eries hanya menjalankan aktivitas sebagai seorang dosen, peneliti yang terkadang melakukan pengabdian kepada masyarakat.
Namun karena kecintaan pada dunia penelitian, ia bertemu dengan beberapa peneliti hebat, para profesor, dan orang-orang yang tulus, mereka semua mendorongnya untuk mengajukan profesor.
Tapi tetap saja Eries tidak terlalu tertarik dengan kenaikan jabatan sebagai profesor.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.