Oleh: Muhammad Faiq Elfaruq

Di atas panggung yang dipenuhi riuk tawa
Mereka menjatuhkan pandang pada senyum yang tertata
Menyangka jalan ini dipadu sutra
Mulus, mulus saja tanpa cela, tanpa luka

Mereka tak pernah singgah di balik tirai malam
Saat jemari gemetar meretas sepi yang mendalam
Saat peluh jatuh menetes jadi genangan,
dan doa-doa dipahat dari air mata yang terhalang

“Alangkah bahagianya”, bisik suara di seberang
Melihat kita terbang bebas menembus terang
Namun mereka alpa membaca jejak dan prosesnya
Bahwa sayap ini pernah patah berkali-kali di lelapnya