Menurut Yos, situasi mencekam dari sebuah tindak kekerasan bisa berdampak jangka panjang pada tumbuh kembang anak jika tidak ditangani dengan cepat.

“Melalui pendekatan yang humanis dan ramah anak, kami berharap mereka dapat merasa lebih tenang dan aman setelah mengalami situasi yang sangat menegangkan,” tambah Iptu Yos Sudarso.

Kehadiran para Polwan di tengah keluarga korban bukan sekadar menjalankan tugas formal kepolisian. Lebih dari itu, mereka hadir sebagai sosok pelindung, kakak, sekaligus ibu yang memberikan dukungan emosional di masa-masa sulit.

Iptu Yos Sudarso menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak-anak, terutama mereka yang menjadi korban atau saksi kekerasan, adalah prioritas dalam pelayanan Polri kepada masyarakat. Sisi kemanusiaan harus selalu berada di depan saat berhadapan dengan kelompok rentan.

Namun, kepolisian tidak bisa berjalan sendiri. Polres Bangka Barat juga mengetuk hati masyarakat dan lingkungan sekitar untuk bahu-bahu memberikan ruang aman bagi anak-anak tersebut. Dukungan moral dari tetangga dan keluarga menjadi suplemen penting agar mereka bisa cepat kembali beraktivitas normal tanpa bayang-bayang ketakutan.

Melalui langkah nyata di Tanjung Kalian ini, Polres Bangka Barat kembali menegaskan komitmennya. Bahwa di balik ketegasan hukum yang ditegakkan, ada pelayanan humanis yang hangat sejalan dengan semangat abadi: Polisi Bersama Masyarakat.

Sore itu, di balik seragam cokelat para Polwan, asa baru dititipkan agar anak-anak Mentok bisa kembali tidur nyenyak malam ini.