Baru Setengah KDMP di Beltim yang Sudah Punya Gedung 

Sementara itu, perwakilan manajer KDMP Beltim, Bryan Bimantoro menjelaskan bahwa proses penempatan manajer masih dilakukan secara bertahap. Ia menyebutkan, terdapat 11 manajer yang telah memperoleh penempatan pada tahap awal di sejumlah wilayah Beltim. Namun, penempatan manajer lainnya masih berproses, termasuk penyesuaian lokasi bagi mereka yang ditempatkan jauh dari domisili.

“Untuk saat ini proses penempatan sendiri masih dilakukan bertahap. Ada beberapa yang direlokasi karena penempatan tidak sesuai dengan domisili dan masih dalam proses,” jelas Brams sapaan Bryan.

Selain penempatan sumber daya manusia, kesiapan bangunan KDMP juga masih bervariasi. Bryan mengatakan sebagian bangunan telah selesai sepenuhnya, sedangkan beberapa lainnya masih dalam tahap pembangunan, dengan progres sekitar 50 hingga 60 persen.

“Ada juga yang belum, ada juga yang belum, ada yang 100%, ada yang masih dalam tahap pembangunan. Masih proses 50-60% gitu. Namun ada juga yang sudah 100%, kaya di Desa Kurnia Jaya, Air Kelik, Simpang Tiga dan lain-lain,” ungkap Brams.

Terkait wacana penyaluran gaji aparatur sipil negara melalui KDMP, Manajer KDMP Desa Padang ini menjelaskan bahwa pihaknya belum menerima petunjuk teknis maupun prosedur pelaksanaan yang menjadi dasar untuk menjalankan kebijakan tersebut. Karena itu, para manajer masih menunggu arahan lebih lanjut dari pihak terkait.

“Untuk saat ini, wacana tersebut itu masih dalam tahap wacana, masih dalam pemetaan dari pemerintah pusat . Namun untuk kejelasan dan sebagainya juga kami sedang menunggu arahan dari Agrinas, karena SOP, Juknis, Judlak dan segala macamnya belum ada, jadi belum ada sampai ke kamii,” ujar Brams.

Sumber: Lawang Beltim