Bupati juga berjanji Pemkab Bangka Tengah akan memantau dan mendampingi seluruh proses tahapan hingga pelepasan jemaah menuju asrama haji kelak.

“Kami akan terus memantau perjalanan ini. Nanti seperti biasa, sebelum berangkat ke Asrama Haji, kita kumpulkan dulu di Soll Marina Hotel untuk kita antar bersama-sama. Tetap semangat, jaga kesehatan, dan luruskan niat. Yakinlah bahwa Allah Swt. akan memudahkan segala urusan kita,” tuturnya.

Mengingat ibadah haji dominan mengandalkan kekuatan fisik seperti tawaf, sai, dan melontar jumrah, Algafry juga mengimbau para calon jemaah untuk mulai membiasakan pola hidup sehat dari sekarang, termasuk rutin berolahraga ringan seperti jalan kaki di pagi hari.

Pengukuran kebugaran ini melingkupi serangkaian prosedur mulai dari pemeriksaan awal kesehatan, pengukuran antropometri (tinggi dan berat badan), hingga tes inti kapasitas kardiorespirasi (kebugaran jantung dan paru-paru).

Untuk memastikan keamanan jemaah, tes inti dilaksanakan menggunakan dua metode disesuaikan dengan kelompok umur dan riwayat kesehatan, antara lain metode rockport (tes jalan/lari 1.600 meter) diperuntukkan bagi calon jemaah haji berusia di bawah 60 tahun yang tidak memiliki risiko penyakit tertentu. Metode ini mengukur waktu tempuh dan denyut nadi untuk mengetahui kapasitas aerobik.

Selanjutnya, ada metode 6-minute walk test (tes jalan 6 menit). Diperuntukkan bagi calon jemaah haji berusia 60 tahun ke atas atau jemaah yang memiliki faktor risiko/penyakit penyerta (komorbid) seperti hipertensi, gangguan jantung, asma, hingga nyeri sendi. Metode ini menilai daya tahan tubuh berdasarkan jarak yang berhasil ditempuh selama 6 menit.

Dengan kesiapan fisik yang matang dan ikhtiar maksimal dari seluruh pihak, diharapkan 149 calon jemaah haji asal Kabupaten Bangka Tengah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar, sehat, dan meraih predikat haji yang mabrur.