oleh: Meilanto

1. Nebang kayu peramu, apabila ada ular maka yang punya rumah tidak berumur panjang.

Ular sebagai simbol binatang yang berbisa dan berbahaya.

Ia bisa menggigit dengan bisa yang beracun dan mematikan. Nebang kayu untuk peramu rumah apabila ada ular sebaiknya berhati-hati.

Sebisa mungkin harus dihindari. Ini dipercayai bahwa orang yang akan membuat rumah tersebut tidak berumur panjang.

2. Dak usah keluar lewat lawang puteng!

Lawang puteng adalah jendela yang umumnya berada di kiri atau kanan pintu utama.

Selain itu lawang puteng biasanya terdapat di dinding kiri dan kanan samping. Keluar melalui lawang puteng sama saja dengan mengajari orang maling atau pencuri masuk atau keluar rumah.

Baca Juga  Teknologi AI: Kunci Sukses Bisnis Pariwisata Modern

Perilaku keluar atau masuk lewat lawang puteng tidak baik dari segi etika karena lawang puteng bukan akses keluar masuk manusia melainkan akses keluar masuk angin dan cahaya ke rumah.

3. Dak usah makan buah langsung di atas pohon!

Makan buah (buah apapun yang bisa dimakan) dari atas pohon diindikasikan mengajari kawanan kera, tupai dan hama lainnya untuk melakukan perbuatan yang sama. Perilaku ini tidak sesuai dengan etika. Sebaiknya makan buah setelah turun.

4. Dak usah nyukur alis!

Kegiatan mencukur alis sebagai bentuk tidak mensyukuri nikmat dari Tuhan Yang Maha Esa.

Apalagi alis dicukur habis. Bukankah Tuhan menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya makhluk?

Baca Juga  Calon Sarjana Pengangguran: Kuliah Gampang, Kerja yang Sulit

5. Dak usah makan telok burung ketabau, kelak dak tau muat uma!

Burung ketabau adalah adalah sejenis burung perbak. Burung ini tidak bisa membuat sarang seperti kebanyakan burung pada umumnya.

Apabila bertelur, burung ketabau akan meletakkan telurnya ditanah atau dipasir.

Begitu juga saat ia mengerami telurnya, tetap ditanah atau dipasir, tidak disarang.

Petuah ini sebagai nasihat kepada kita untuk menjaga kelangsungan ekosistem burung ketabau. Dengan tidak makan telur burung ketabau berarti turut menjaga kelangsungan hidupnya.

6. Dak usah nyurok dibawah perempai!

Nyurok berarti lewat di bawah tali jemuran. Biasanya tali jemuran tidak terlalu tinggi.