Di Indonesia, setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai hari santri nasional. Dalam sejarah Indonesia, kontribusi santri sangat besar terutama dalam perjuangan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hingga kini, di zaman modern yang penuh dengan kebebasan dan tantangan ini, kiprah santri di tanah air Indonesia sangat diperlukan dalam pembangunan Indonesia dan menjaga moral generasi penerus bangsa ini. Peringatan hari santri nasional ini hendaknya tidak hanya diisi oleh kegiatan seremonial belaka, akan tetapi bagaimana kita semua dapat mengambil hikmah dari peringatan hari santri nasional ini. Tujuannya adalah agar kita menjadi insan-insan yang lebih baik dari hari kemarin.

Berdasarkan hal tersebut diatas, menurut hemat penulis hikmah peringatan hari santri nasional tahun 2026 ini sebagai berikut:

  • Momentum untuk meningkatkan rasa empati

Peran santri untuk bangsa Indonesia diantaranya adalah aktif dalam kegiatan amal dan menjadi garda terdepan dalam membantu saudara-saudara yang sedang kesulitan. Belakangan ini bangsa Indonesia sedang menghadapi musibah asap dan kebakaran yang terjadi dimana-mana. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berupaya meneladani peran santri dalam kehidupan sehari-hari dengan ikut merasakan penderitaan saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah. Salah satu upaya yang dapat kita lakukan adalah dengan cara turut mencegah bencana kebakaran, melakukan donasi atau minimal mendoakannya.

  • Momentum untuk muhasabah diri

Santri adalah pribadi yang senantiasa melakukan introspeksi diri dan berupaya memperbaiki diri agar lebih baik dari hari sebelumnya. Hal ini sesuai hadits Nabi Muhammad SAW: “Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, dialah tergolong orang yang merugi. Dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang celaka”. Berdasarkan hadits tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa dalam setiap lini kehidupan, kita semua dianjurkan untuk senantiasa memperbaiki diri dan harus lebih baik dari hari-hari sebelumnya

  • Momentum unjuk menjaga karakter bangsa

Peran santri dikenal sebagai penjaga marwah dan moral bangsa. Momentum ini harus kita manfaatkan sebagai sarana untuk memperbaiki moral dan akhlak kita baik akhlak kepada Allah SWT, kepada sesama manusia dan makhluk Allah SWT lainnya. Akhlak kepada Allah SWT harus senantiasa kita jaga dengan senantiasa menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Akhlak kepada sesama manusia harus kita jaga salah satu caranya ialah dengan senantiasa menjaga kerukunan dan kedamaian. Akhlak kepada makhluk Allah lainnya ialah dengan cara kita melestarikan dan menjaganya

  • Momentum untuk meningkatkan kadar keilmuan

Setelah karakter bangsa terbentuk, maka selanjutnya adalah kemampuan kognitif (pengetahuan) dan psikomotorik (keterampilan) yang harus senantiasa kita kembangkan. Santri dikenal sebagai generasi qurani yang senantiasa mempelajari, memahami dan mengamalkan isi kandungan al-quran. Dalam setiap sendi kehidupan, hendaknya kita juga dapat senantiasa berupaya menjadi pribadi yang cerdas dan terampil

  • Momentum untuk melakukan transformasi digital

Pada zaman modern ini, peran santri menjadi gerbang terdepan dalam menyaring informasi dan perkembangan dunia digital. Santri diharapkan dapat mengarahkan perkembangan dan pertumbuhan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) ke arah yang maslahat dan positif. Kecanggihan teknologi tersebut hendaknya dapat kita manfaatkan sebagai sarana dakwah dan menebar benih-benih kebaikan. Dakwah dalam menebar kebaikan di zaman modern ini tidak hanya dapat dilakukan melalui ceramah secara langsung, akan tetapi juga dapat dilakukan secara digital atau online misalnya melalui unggahan video, artikel, buku online dan lain sebagainya.