Lewat Proyek SOLUSI, Tiga Desa Percontohan Beltim Dipoles Jadi Pusat Ekowisata dan Produk Lokal
Lewat Proyek SOLUSI, Tiga Desa Percontohan Beltim Dipoles Jadi Pusat Ekowisata dan Produk Lokal
BELITUNG TIMUR, TIMELINES.ID — Konsorsium GIZ, SNV, ICRAF, Kehati, dan Bappenas memaparkan capaian Proyek SOLUSI dalam audiensi di Ruang Rapat Bupati Belitung Timur (Beltim), Kamis (22/10/26). DI kesempatan itu, Pemkab Beltim menilai koordinasi antarperangkat daerah perlu diperkuat agar pengelolaan bentang darat dan laut berjalan terpadu.
Ditemui usai Audiensi, Program Manager Proyek SOLUSI GIZ Indonesia & ASEAN, Yuliana Wulan, mengatakan proyek ini bertumpu pada empat keluaran, penyelarasan kebijakan nasional hingga kabupaten, dukungan pendanaan, pelaksanaan di tingkat tapak, dan peningkatan kapasitas.
Dikatakan Wulan, proyek berjalan di tiga desa percontohan, yaitu Lintang, Simpang Tiga, dan Gantung. Kegiatannya berbeda di tiap desa. Ada yang berfokus pada rehabilitasi lahan dan penanaman kembali mangrove, lalu dipadukan dengan ekowisata dan pengembangan produk lokal. Salah satunya purun, yang dinilai punya peluang pasar internasional.
Wulan mengungkapkan, proyek kini memasuki tahun ketiga dan ditargetkan rampung dua tahun lagi. Ia mengaku, kebijakan di daerah dan prioritas nasional masih perlu diselaraskan.
“Kami tidak mendorong kebijakannya dari project, tapi justru kami menyusun suatu alat bantu pedoman untuk membantu mengharmonisasikan kebijakan di nasional dan juga di provinsi dan kabupaten,” ujarnya.
Soal pendanaan, ia menyebut APBN dan APBD sama-sama terbatas sehingga konsorsium menjajaki alternatif pembiayaan.

