Merawat Jiwa, Memperpanjang Usia: Rahasia Persahabatan dalam Sains dan Sains Islam
“Kelima, jujur. Jangan bersahabat dengan pendusta. Kau dapat tertipu olehnya. Pendusta itu seperti fatamorgana, dapat mendekatkan sesuatu yang jauh dan menjauhkan yang dekat darimu,” (Bidayatul Hidayah, halaman 92).
Kejujuran ini sangat penting karena ia akan memberikan informasi atau kabar yang valid dan akurat kepada kita. Setidaknya, ia membawa kabar apa adanya, bukan interpretasi atau tafsirnya atas informasi tersebut.
Lima kriteria ini merupakan acuan bagi kita untuk mencari sahabat sejati. Memang tidak mudah untuk mendapat orang sempurna seperti ini, tetapi setidaknya kita dapat mencari seseorang yang mendekati kriteria tersebut (Alhafiz K, islam.nu.or.id).
Aktivitas Bersama dalam Ajaran Islam
Ibadah dalam ajaran Islam yang dilaksanakan secara bersama dan kolektif, seperti:
Shalat berjamaah: aktivitas bersama yang paling utama dan rutin; shalat wajib berjamaah di masjid memiliki keutamaan 27 derajat lebih tinggi dibanding shalat sendirian.
Majelis taklim dan dzikir: berkumpul bersama untuk menuntut ilmu agama atau berdzikir. Rasulullah SAW menyebut majelis ilmu sebagai salah satu taman surga di dunia yang dinaungi oleh para malaikat.
Tadarus Al-Qur’an: membaca dan menyimak Al-Qur’an secara bergantian dalam sebuah kelompok. Aktivitas ini mendatangkan ketenangan hati dan rahmat dari Allah SWT.
Ibadah haji dan umrah: puncak ibadah jamaah global, di mana jutaan umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di satu tempat untuk beribadah bersama tanpa memandang suku atau status sosial.
Berikut adalah dalil dan keutamaan beberapa aktivitas bersama:
Tadarus Al-Qur’an: Keutamaannya adalah Allah SWT menurunkan ketenangan (sakinah), memberikan rahmat, dikelilingi oleh para malaikat, dan nama-nama mereka disebut oleh Allah di hadapan makhluk di sisi-Nya.
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya di antara mereka, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, mereka akan diliputi rahmat, mereka akan dinaungi malaikat, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk-makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim no. 2699)
Bakti Sosial dan Sedekah Bersama: Keutamaannya adalah membantu sesama Muslim akan mendatangkan pertolongan Allah di dunia dan akhirat, serta melapangkan kesulitan pada hari kiamat.
Nabi Muhammad SAW bersabda: “…Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut mau menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699)
Pengajian atau Majelis Ilmu: Keutamaannya adalah menuntut ilmu bersama-sama merupakan jalan yang memudahkan seseorang menuju surga, dan para malaikat meletakkan sayapnya karena rida kepada penuntut ilmu.
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim no. 2699)
Gotong Royong (Ta’awun): Keutamaannya adalah mendapatkan keberkahan karena saling mendukung dalam hal kebajikan dan ketakwaan, serta memperkuat fondasi masyarakat Islam.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ma’idah ayat 2: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”
Buka Puasa Bersama dan Silaturahmi: Keutamaannya adalah memberi makan orang yang berpuasa mendatangkan pahala yang setara dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun. Selain itu, silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi no. 807)
Salah Satu Perbuatan Konkret: Makan Bersama Sehari-hari dengan Sedekah Makanan
Pada tulisan ini dibahas aktivitas yang umum dan mudah dilaksanakan sehari-hari, yaitu makan bersama melalui sedekah makanan yang menggerakkan semua lapisan umat dan tidak melihat batas usia.
Mengutip Tausyiyatul Mahad Pesantren Nuris Jember, memberikan sesuatu kepada orang lain merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam karena di dalamnya terdapat manfaat yang sangat besar. Sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Jurjawi dalam sebuah kitab karya beliau:
“Sesungguhnya hikmat dari disyari’atkan hibah (memberikan sesuatu kepada orang lain) itu sangat besar sekali, karena dapat menghilangkan sifat dengki dan hasut, serta memupuk rasa cinta kasih dalam hati. Ia juga sangat menunjukkan kemuliaan akhlak, kesucian anggota badan, sifat yang luhur, keutamaan, serta kemuliaan yang sangat agung.” (Hikmah al-Tasyri’ wa Falsafatuh, hlm. 124).
Sejalan dengan ungkapan Al-Jurjawi tersebut, dalam kitab Faidh al-Qadir, Al-Manawi menyatakan:
“Barang siapa yang murah tangan memberikan makanan kepada orang lain, maka Allah SWT akan membalas pemberiannya itu. Dan siapa saja yang kikir, maka Allah SWT akan kikir padanya.” (Faidh al-Qadir, juz III, hlm. 272).
Termasuk dalam hal yang sangat dianjurkan ini adalah tradisi yang berlaku di masyarakat Islam Indonesia, di mana mereka saling memberikan sedekah berupa makanan siap saji seperti nasi, bubur, kue, dan semacamnya.
Di samping itu, secara umum tradisi itu mengamalkan beberapa anjuran Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memberikan makanan kepada orang lain, misalnya anjuran untuk memperbanyak kuah ketika membuat makanan agar dapat diberikan kepada tetangga sekitar. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis Nabi SAW:
Dari Abu Dzar RA ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Jika kamu memasak kuah, maka perbanyaklah airnya dan bagi-bagikanlah kepada tetanggamu.’” (Shahih Muslim, no. 4785).
Perbuatan ini juga merupakan kebiasaan para tabiin yang senantiasa memberikan hadiah (berupa makanan atau lainnya) kepada sahabatnya, walaupun orang yang diberi itu bukanlah orang yang serba kekurangan.
“Syaikh kami Al-Arif Al-Syarawi menyatakan bahwa para tabiin memiliki kebiasaan memberikan hadiah kepada saudara-saudaranya. Mereka berkata, ‘Kami tahu bahwa engkau tidak membutuhkan benda yang kami berikan ini, tapi kami memberikannya kepadamu agar kamu tahu bahwa kami masih peduli dan menganggapmu sebagai sahabat.’” (Faidh al-Qadir, juz III, hlm. 272).
Dapat disimpulkan bahwa tradisi saling memberikan makanan atau lainnya sangat dianjurkan sebab memiliki manfaat yang sangat besar, di antaranya adalah untuk mengokohkan tali silaturahmi (pesantrennuris.net).
Keutamaan Sedekah Makanan
Mengutip Lazisnu Depok (“Berlipat Pahala! Berikut Ini Keutamaan Sedekah Makanan”), sedekah adalah salah satu ajaran yang sangat dijunjung tinggi dalam agama Islam. Tindakan memberikan kepada yang membutuhkan tidak hanya dilihat sebagai sebuah kewajiban, tetapi juga sebagai jalan untuk mendapatkan pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di antara berbagai bentuk sedekah yang dapat dilakukan, sedekah makanan memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam.
Sedekah makanan adalah tindakan memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Tindakan ini tidak hanya membantu mengurangi beban hidup orang yang kurang mampu, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang sangat besar. Sedekah makanan menunjukkan kedermawanan, empati, dan kepedulian terhadap sesama, serta merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam.
1. Keutamaan Sedekah Makanan dalam Al-Qur’an
Al-Qur’an sebagai pedoman utama umat Islam memberikan banyak petunjuk tentang pentingnya sedekah dan pahala yang akan diperoleh bagi orang yang bersedekah. Ayat ini menegaskan bahwa Allah akan melipatgandakan pahala bagi mereka yang bersedekah di jalan-Nya. Sedekah makanan, sebagai salah satu bentuk sedekah, juga akan mendapatkan keberkahan dan pahala yang melimpah. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261:
“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
2. Contoh dan Anjuran dari Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW juga memberikan contoh dan mendorong umatnya untuk bersedekah makanan. Hadis ini menunjukkan bahwa sedekah makanan memiliki keutamaan yang sangat tinggi di antara berbagai bentuk sedekah lainnya. Rasulullah SAW sering memberikan contoh dengan secara pribadi memberikan makanan kepada orang-orang yang membutuhkan di sekitarnya. Beliau bersabda:
“Sesungguhnya sedekah paling utama adalah sedekah makanan.”
3. Membawa Berkah dan Kebahagiaan
Salah satu keutamaan besar sedekah makanan adalah kemampuannya untuk membawa berkah kepada penerima sedekah dan juga kepada pemberinya. Ketika seseorang memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan, mereka tidak hanya memberikan kebutuhan fisik, tetapi juga memberikan harapan, kehangatan, dan kebahagiaan. Sebagai pemberi sedekah, kita juga merasakan kebahagiaan dan kepuasan batin yang besar karena telah berbagi rezeki dengan sesama.
4. Menghapus Dosa-Dosa
Sedekah makanan juga memiliki keutamaan dalam menghapus dosa-dosa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
“Memberi makan kepada orang yang lapar, mengatakan salam kepada yang kalian kenal maupun yang tidak kalian kenal, shalat di waktu malam sedangkan manusia sedang tidur, adalah merupakan ibadah yang dapat menghapuskan dosa.”
Dengan melakukan sedekah makanan, kita tidak hanya memberikan manfaat materi kepada orang yang membutuhkan, tetapi juga mendapatkan pahala besar serta pengampunan dosa-dosa kita.
5. Membangun Solidaritas Sosial
Dalam Islam, sedekah makanan juga memiliki peran penting dalam membangun sebuah masyarakat yang adil dan berkeadilan. Dengan memberikan makanan kepada yang membutuhkan, kita ikut serta dalam memperbaiki ketimpangan sosial dan ekonomi yang ada di masyarakat. Sedekah makanan tidak hanya membantu mengurangi kemiskinan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan membangun kedekatan antar sesama umat manusia.
Kesimpulan: Sedekah makanan adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Tindakan memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan tidak hanya membantu mengurangi beban hidup mereka, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang sangat besar. Dalam Al-Qur’an dan hadis-hadis Rasulullah SAW, kita diberikan petunjuk tentang keutamaan sedekah makanan dan pahala yang akan diperoleh bagi mereka yang bersedekah. Dengan melakukan sedekah makanan, kita dapat menghapus dosa-dosa, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menjadi bagian dari sistem sosial yang adil dan berkeadilan. Oleh karena itu, mari kita lakukan agar mendapatkan lebih banyak lagi (lazisnudepok.org).
Wallahul muwafiq ila aqwamith thoriq. Wallahu a’lam bish-shawab.

