Seleksi yang dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Agama ini dilaksanakan secara terbuka dengan berbagai ketentuan, baik persyaratan umum, maupun persyaratan secara spesifik, seperti menyiapkan visi-misi dan program kerja dalam masa kepemimpinannya.

“Secara teknisnya calon peserta harus menyatakan tidak menjadi anggota partai politik, bersedia bekerja penuh waktu, serta bersedia melepaskan jabatan di pemerintahan dan/atau BUMN/BUMD apabila terpilih,” ujarnya.

Agustu berharap penjaringan tersebut dapat menjadikan BAZNAS Pangkal Pinang semakin meningkatkan tata kelola zakat yang lebih profesional, dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang berhak menerima.

“Harapan kita Pemerintah Kota, semoga penjaringan ini nantinya terpilih calon pimpinan yang memiliki integritas, kompetensi, dan komitmen dalam memperkuat tata kelola zakat,”ujarnya.

Selain mampu membawa lembaga BAZNAS semakin profesional, Agustu yang merupakan Ketua Tim Seleksi, mendorong pemimpin BAZNAS terpilih nantinya dapat memberdayakan dana yang terkumpul dari UPZ dan muzakki, menjadi dana zakat yang produktif dalam menggurangi angka kemiskinan di Pangkal Pinang.

“Jika sebelumnya masih berstatus mustahik atau orang yang menerima zakat, dengan zakat yang produktif dapat mendorong menjadi muzakki, atau orang yang memberikan zakat infak dan sedekah,” pungkasnya.