Menyelamatkan Tugas Lewat Ponsel: Kisah Sukses Maba Printing UBB
Usaha ini juga tidak berjalan sendirian karena dukungan mitra strategis dapat membuka peluang yang lebih luas. CV Graha Media Utama memasok kertas, ATK, dan tinta. Percetakan Z-Pro Media menjadi vendor merchandise. UPA PKK UBB menyediakan lokasi dan akses pasar di dalam kampus. Dari kerja sama itu, mahasiswa belajar bahwa usaha yang sehat bergantung pada hubungan baik dengan banyak pihak.
Di balik semua itu, ada tim yang menjalankannya setiap hari. Dalam program Kuliah Luar Kampus (KLK) bidang kewirausahaan, Maba Printing dikelola oleh enam mahasiswa dari tiga program studi, yaitu Manajemen, Bisnis Digital, dan Hukum.
Kegiatan sehari-harinya meliputi giliran menjaga outlet dan melayani pelanggan yang datang, mengecek stok kertas dan tinta, berbelanja kebutuhan yang menipis, mengantar pesanan, sampai mengunggah promosi di media sosial. Jadwal jaga dibagi dan bergilir, jadi tidak semua orang mengerjakan semuanya setiap hari. Dari pekerjaan-pekerjaan kecil itulah mereka memahami bagaimana sebuah usaha benar-benar berjalan. Keputusan harus diambil cepat, komunikasi tim harus jelas, dan keluhan pelanggan harus ditangani dengan kepala dingin.
Satu hal yang sering terlewat oleh usaha rintisan adalah legalitas. Selama KLK, tim bersama-sama mengupayakannya, dan hasilnya Maba Printing kini sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), sehingga usaha ini tercatat secara resmi.
Untuk perlindungan merek lewat Kekayaan Intelektual (KI), langkahnya masih tertunda. Tim berharap ke depan Maba Printing bisa benar-benar memiliki legalitas atas mereknya, supaya nama yang sudah dibangun bertahun-tahun terlindungi. Bagi tim, ini pengingat bahwa legalitas usaha adalah perjalanan yang perlu direncanakan sejak awal dan terus dilanjutkan, bukan urusan sekali selesai.
Kewirausahaan berdampak sering dibayangkan sebagai usaha besar dengan program sosial yang megah. Padahal ukurannya bisa jauh lebih sederhana, yaitu apakah sebuah usaha menjawab kebutuhan orang di sekitarnya. Maba Printing menjawab masalah yang dirasakan banyak mahasiswa, yaitu sulitnya mencetak tugas di waktu mepet. Dari masalah itulah Maba Printing menemukan peluangnya, dan manfaatnya kini dirasakan sesama mahasiswa.
Pada saat yang sama, usaha ini menjadi ruang belajar bagi para pengelolanya, termasuk belajar bahwa tidak semua rencana langsung terwujud. Dari Mahasiswa, untuk Mahasiswa, begitulah Maba Printing berjalan. Semoga makin banyak usaha mahasiswa yang tumbuh dari kebutuhan sesama.

