Menyelamatkan Tugas Lewat Ponsel: Kisah Sukses Maba Printing UBB
Menyelamatkan Tugas Lewat Ponsel: Kisah Sukses Maba Printing UBB
BANGKA, TIMELINES.ID — Tugas baru selesai diketik pukul sebelas malam dan besok pagi harus dikumpulkan dalam bentuk cetak. Masalahnya, kios percetakan di sekitar kampus sudah lama tutup. Hampir semua mahasiswa pernah berada di posisi itu, panik, membuka ponsel, dan berharap masih ada yang buka. Di Universitas Bangka Belitung (UBB), situasi seperti inilah yang melahirkan Maba Printing, usaha percetakan yang dirintis sejak Agustus 2023.
Ceritanya bermula dari keluhan yang sama di antara sesama mahasiswa soal kios print dan fotokopi di sekitar kampus yang rata-rata baru buka sekitar pukul 07.00 dan tutup sebelum pukul 22.00. Padahal tugas kuliah tidak mengenal jam kerja dan banyak yang baru rampung larut malam, sehingga mereka tidak tahu harus mencetak ke mana.
Maba Printing hadir menjawab persoalan itu dengan layanan print tugas yang bisa dipesan lewat ponsel dan diantar ke tempat pemesan. Responsnya bagus, sehingga usaha kecil itu terus dikembangkan. Kini pelanggannya tidak hanya mahasiswa, tetapi juga dosen, dan lebih dari 500 orang sudah saling menyimpan kontak dengan WhatsApp Business Maba Printing.
Maba Printing melayani cetak dokumen dan foto, scan, jilid, serta jasa merapikan dokumen dan desain 2D seperti template presentasi, poster, spanduk, logo, dan stiker. Pesanan masuk lewat WhatsApp Business, tanpa minimum order, dan bisa diantar tanpa ongkos kirim. Pembayarannya pun disesuaikan dengan kebiasaan mahasiswa, mulai dari QRIS, dompet digital, dan transfer bank sampai tunai saat barang diterima.
Kemudahan itu tercermin dalam survei terhadap 72 responden (mahasiswa). Seluruhnya pernah memakai Maba Printing, dan semuanya merasa layanan antar-jemput memudahkan. Sebanyak 99% responden merasa tugas atau keperluan mereka terbantu, dan lebih dari 87% memilih memesan online daripada datang ke kios.
Seiring waktu, Maba Printing menambah lini produk berupa merchandise kampus seperti tote bag, tumbler, topi, dan buku catatan bermotif identitas UBB. Produknya dibuat dengan sistem print-on-demand, artinya dikerjakan setelah ada pesanan. Dengan cara ini tim tidak perlu menumpuk stok, dan organisasi kemahasiswaan atau panitia seminar bisa memesan merchandise tanpa modal besar di depan.

