Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Prof Udin Ajak Pemuda Jadi Generasi Patriotik dan Berempati
Adapun empati, lanjutnya, berarti tidak hanya memikirkan keberhasilan diri sendiri, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kesulitan yang dialami orang lain.
“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya, kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya, dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Saparudin juga mengajak para pemuda Indonesia untuk berani bermimpi besar, bekerja keras, dan menjadi pribadi yang tangguh tanpa kehilangan kelembutan hati.
Ia berharap generasi muda tidak hanya memiliki keberanian untuk memimpin, tetapi juga kesediaan untuk melayani dan membantu sesama.
“Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani. Generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya,” pesannya.
Ia menambahkan, setiap ilmu, karya, dan pengorbanan yang dilakukan generasi muda hendaknya menjadi bukti nyata kecintaan terhadap Indonesia.
Menutup amanatnya, Saparudin mengucapkan selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama membangun Indonesia melalui pengabdian, perjuangan, dan kepedulian terhadap sesama.
“Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan,” tutupnya.

