Kau tak pernah menolak,
Dirimu setia tanpa berontak.

Engkau teman terhebat,
Memayungiku dari hantaman lebat.

Kau diam setia mendengar,
Ledakan batin yang hingar bingar.

Menuruti apa kehendakku,
Menyelinap dalam ruang buyarku.

Kau sang pengingat,
Engkau si penghangat.

Tak ada sesal mencumbuimu,
Niat khianat tak ada padamu.

Kau hebat…
Kaulah senyatanya obat!

Terima kasih, AKSARA.

Toboali, 30 Oktober 2026
Sang Peramu Aksara
(Agus Bachtiar K.)