Karya: Indra Pirmana

Lama aku nanti rintik hujan
Saat penguasa alam kembali ke sarangnya
Pada akhirnya hadir yang aku tunggu
Langit menangis penuh air mata terbungkus awan

Rintiknya syahdu, membawa bisikan kesejukan
Membasuh luka yang lama retak
Tetesannya mengalir tanpa ragu
Hujan turun tanpa jeda, bagaikan waktu kehilangan arah

Mengguyur bumi atas kehendak-Nya
Kita belajar dari luka yang kering
Bara api jadi pelajaran
Asap jadi kenangan