Angka Stunting Bangka Tengah Naik 3,73 Persen, Pemkab Optimistis Turun di Semester II
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Bangka Tengah, Wiwik Susanti, menyampaikan perkembangan data stunting di Bangka Tengah.
Ia mengungkapkan, pada semester I tahun 2026 angka stunting mengalami kenaikan sebesar 3,73 persen.
Namun, dirinya optimistis angka tersebut akan turun pada semester II. Hal itu didasari meningkatnya kunjungan posyandu secara drastis dalam beberapa bulan terakhir.
“Angka stunting di semester I naik 3,73 persen. Kemungkinan besar turun di semester II karena kunjungan posyandu meningkat drastis. Namun data resminya akan keluar pada Januari 2027,” kata Wiwik.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah tetap konsisten melakukan intervensi gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Intervensi tersebut meliputi pendampingan ibu hamil, pemberian makanan tambahan, pemantauan tumbuh kembang balita, serta edukasi gizi bagi keluarga.
“Pemerintah tetap melakukan intervensi gizi 1.000 hari pertama. Ini masa paling penting dan tidak boleh terlewat, karena menentukan kualitas tumbuh kembang anak ke depan,” tambah Wiwik.
Melalui penyusunan laporan semester II ini, TPPS Kabupaten Bangka Tengah diharapkan dapat mengevaluasi program yang telah berjalan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menyusun langkah strategis agar target penurunan stunting dapat tercapai secara berkelanjutan.

