“Hal ini juga sejalan dengan arahan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar TPID melakukan penguatan perannya dalam menjaga ketersedian stok dan stabilitas harga,” kata Rommy dalam rilisnya kepada media di Pangkalpinang, Rabu.

Selanjutnya, sebagai bentuk upaya konkret Bank Indonesia dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan, berbagai upaya yang telah dilakukan antara lain, pertama, Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk komoditas beras premium sebanyak 2.500 kg bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung Timur bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Belitung.

Kedua, Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk komoditas beras premium sebanyak 3.200 kg bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Bangka.

Ketiga, pelatihan dan bimbingan teknis bagi petani bawang merah se Bangka Belitung yang dibimbing oleh PT Sinergi Brebes Inovatif dalam rangka penguatan kapasitas budidaya dan pengolahan bawang merah dari sisi hulu hingga hilir.

Lebih lanjut, Rommy menyampaikan bahwa untuk memperkuat strategi pengendalian inflasi umum melalui 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif) Bank Indonesia terus mengoptimalkan implementasi program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) bersama Pemerintah Daerah.

Rommy juga menegaskan tantangan inflasi ke depan masih tetap ada yang disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi global, geopolitik, dan perubahan iklim, serta periode menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan liburan.

Oleh karena itu, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah dan instansi terkait terus membangung Optimisme, Komitmen dan Sinergi (OKS) guna menjaga inflasi sesuai dengan sasaran target inflasi nasional.

Lebih lanjut, TPID bersama pihak terkait diharapkan terus bersinergi untuk memastikan kesiapan daerah dalam menghadapi HBKN, khususnya terkait kecukupan pasokan pangan, rantai pasok, serta jalur distribusinya.**