Luapkan dan Lupakan
Oleh: Sang Peramu Aksara
Setelah waktu beralih,
kini saatnya kembali pulih.
Rentetan beban bergelayut,
tak kan buatku surut.
Dari hempasan, aku belajar
tuk tetap segar dan tegar.
Menuai pukulan, kuharus tengadah,
merunut kisah, memungut hikmah.
Aku manusia asli,
bukan robot atau AI.
Jika masih kerap terbakar ,
kurasa sangatlah wajar.
Kukemasi ulang jiwaku
dari erupsi malang yang tlah lalu.
Aku kais lagi ceceran hati
untuk bekal kisahku nanti.
Halaman

