Besok Jumat hamba dan jamaah akan berihram. Oleh karenanya, waktu Duha jamaah satu rombongan sepakat dengan petugas haji pembimbing keliling Madinah mengunjungi Masjid Quba, Uhud, tempat berqurban, dan kebun kurma. Hamba dan cinta, sesuai pesan guru, bisa shalat sunnah dua rakaat di Masjid Quba yang pahalanya sebanding pahala umrah.

Ziarah Uhud, mengenang kesabaran dan kecintaan para sahabat dengan Islam dan Rasulullah saw. Hanya saja hamba belum dianugerahi kesempatan mendaki Uhud melihat batu yang melemah menjadi tempat bersandar kepala Rasulullah saw yang mulia. Makam yang diziarahi adalah makam pindahan dari makam yang sebelumnya terlanda banjir besar. Jasad para syuhada masih seperti kondisi awal syahid dengan darah yang masih mengucur dari luka. Allahu Akbar.

Dari Uhud, jamaah dibawa ke tempat pemotongan hewan qurban dan kebun kurma. Alhamdulillah perjalanan lancar dan dipermudah. Sebelum Zuhur kami sudah kembali ke penginapan. Menjelang Zuhur hamba kembali ke Nabawi, antre di depan tirai Bab Jibril, dan Alhamdulillah bisa masuk Raudhah, shalat sunnah di samping mimbar Rasulullah saw.

Ada banyak kerinduan yang masih terpendam, hamba dan cinta menikmati hari kesembilan ini di masjid dan sekitarnya. Sebab besok sudah berangkat ke Mekkah Al-Mukarramah, jadi hamba memuaskan diri menikmati kesejukan dan kedamaian masjid dan Kota Nabi. Asar sampai Isya tidak kembali ke penginapan.

Selepas Isya, keluar dari masjid ternyata hujan gerimis. Sungguh anugerah tak terkira menikmati hujan di Kota Nabi. Para jamaah bersukaria, malam ini malam Jumat, besok adalah esoknya hari. Salawat seperti menggema memecah malam, memenuhi langit Madinah.

Sampai di penginapan, semua jamaah berkemas karena besok akan mengambil niat berhaji dan ihram memasuki Mekkah. Malam ini terasa panjang dengan gembira sekaligus sedih karena akan berpamitan untuk berpisah dengan Penghulu Manusia dan Anbiya, cahaya alam semesta. Allahumma sholli wa sallim ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.