Karya: Indra Pirmana

Malam yang sepi.
Aku, tetap berdiri kokoh dalam jeritan hati,
ditemani hiasan air mancur penuh pelangi.
Sepi terus menghakimi…
Canda tawa tak lagi ada
Canda tawa tinggal ilusi
Kini semua hanya kisah yang terkubur. Namun, tidak terlupakan.

Dulu …
Saat menatap langit bersama, penuh keindahan yang memesona yang dilapisi penuh cinta,
hiasan bintang ditemani rembulan menguasai kegelapan.
Kini, tidak bisa terulang lagi.
Kenangan tidak pernah bisa dihapus.
Kenangan terus menghantui setiap saat datang ke tempat yang dulu pernah melukis janji.
Aku sadar,
Tuhan …
Kini tinggal kenangan
Hembuskan sepi,
Kosong…,
Hampa…,
Aku tidak kuasa memutar waktu,
biar kusimpan dalam hati sebagai arsip,
sebagai saksi bisu, perjalanan hidup.
Waktu tidak mungkin kembali bagaikan nasi sudah menjadi bubur.
Begitu pun usia tidak akan kembali.
Aku penuh harap kenangan selalu abadi.

Baca Juga  Pantun Kemerdekaan