Polemik Batas Laut Teluk Kelabat, Nelayan Teluk Limau Minta Aktivitas 200 PIP Disetop
Polemik Batas Laut Teluk Kelabat, Nelayan Teluk Limau Minta Aktivitas 200 PIP Disetop
BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Sekitar 200 unit Ponton Isap Produksi (PIP) yang beroperasi di perairan Muara Teluk Kelabat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, menuai sorotan dari masyarakat dan nelayan Desa Teluk Limau.
Aktivitas eksploitasi biji timah laut yang telah berjalan selama tiga bulan terakhir tersebut dinilai tidak memberikan kontribusi bagi warga setempat yang terdampak. Konflik ini dipicu oleh ketidakjelasan tapal batas laut antara Desa Teluk Limau dan Desa Cupat.
Akibatnya, aliran dana kompensasi dari para pengusaha tambang diduga hanya masuk ke satu pihak.
“Harapan kami ada pertemuan antara kedua belah pihak (Desa Teluk Limau dan Cupat) membahas batas laut ini. Boleh di tingkat kecamatan atau kabupaten agar jelas,” ujar Ketua Nelayan Teluk Limau, Sulaiman, saat memberikan keterangan kepada media, Senin (29/6/2026) pagi.
Sulaiman menegaskan, kejelasan tapal batas sangat krusial agar pihak desa dapat menarik kompensasi resmi untuk pembangunan infrastruktur. Saat ini, kondisi perairan Teluk Limau rawan pendangkalan sehingga menyulitkan kapal nelayan bersandar.
Selain itu, fasilitas siring jalan untuk aktivitas nelayan juga sudah mulai rusak.
“Kalau kita berharap dari anggaran desa, sudah tidak cukup. Jadi kita harap bantuan mengalir dari pengusaha untuk bantu memperbaiki desa kita. Sementara dari aktivitas tambang di depan mata kita, tidak ada kompensasi masuk,” terangnya.
