Data Sidalih dan Cek DPT Online Beda, Bawaslu Bangka Barat Desak KPU Sinkronisasi

BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangka Barat menemukan 39 data warga yang telah meninggal dunia masih tercantum sebagai pemilih aktif pada layanan Cek DPT Online.

Temuan tersebut terungkap saat Bawaslu melakukan pengawasan melekat dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) Triwulan II Tahun 2026 di Kantor KPU Kabupaten Bangka Barat, Kamis (2/7/2026).

Anggota Bawaslu Kabupaten Bangka Barat, Budi Santoso, menjelaskan bahwa ketidaksesuaian ini diketahui setelah pihaknya menyandingkan data hasil pengawasan lapangan dengan Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) milik KPU.

“Berdasarkan hasil penyandingan, kami menemukan sebanyak 39 data pemilih meninggal dunia yang sebelumnya telah disampaikan sebagai saran perbaikan, ternyata masih tercantum sebagai pemilih aktif pada layanan Cek DPT Online,” kata Budi saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga  Polisi Kawal Ketat Pengiriman Kotak Suara ke Gudang KPU Bangka Barat

Menanggapi temuan tersebut, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Barat berdalih adanya kendala teknis pada sistem integrasi data. KPU menyebut ada jeda waktu (delay) dalam proses sinkronisasi antara aplikasi Sidalih dan situs web Cek DPT Online.