Nasib Penambang Terancam, Yogi Maulana Minta PT Timah Evaluasi Disparitas RKAB Bangka dan Belitung

PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Yogi Maulana, menyoroti efisiensi tata kelola Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Timah Tbk.

Politisi muda Partai Gerindra ini menilai perlu adanya peningkatan perencanaan dan koordinasi internal di tubuh BUMN tersebut agar tidak memicu ketimpangan penyerapan produksi timah antarwilayah.

Langkah ini disuarakan Yogi Maulana menyusul adanya kondisi di lapangan di mana aktivitas pembelian timah di Pulau Belitung terhenti akibat kapasitas RKAB yang telah terpenuhi (kuota habis). Sementara di sisi lain, kuota RKAB di wilayah operasi Pulau Bangka dilaporkan masih memiliki sisa kapasitas yang memadai.

“Apabila di wilayah Belitung pembelian terhenti karena kapasitas RKAB telah terpenuhi, sementara di wilayah Bangka masih tersedia kapasitas, maka perlu dijelaskan apakah terdapat kendala administratif, teknis, atau ketentuan lain yang menyebabkan kapasitas tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara lebih optimal,” tegas Yogi, Selasa (21/7/2027).

Menurut politisi asal Bangka Selatan ini, permasalahan administratif semacam ini harus segera dicarikan solusinya agar dampak puncaknya tidak dirasakan langsung oleh masyarakat kecil di tingkat bawah. “Kondisi seperti ini jangan sampai merugikan masyarakat penambang lokal dan mengganggu perekonomian Belitung,” tambahnya.