Pesan Menko Yusril dan Rektor UBB untuk 431 Wisudawan: Jaga Integritas, Bangun Negeri
Pesan Menko Yusril dan Rektor UBB untuk 431 Wisudawan: Jaga Integritas, Bangun Negeri
PANGKALPINANG, TIMELINES.ID – Universitas Bangka Belitung (UBB) mewisuda 431 lulusan pada wisuda XXXVII Tahun 2026 dan dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra.
Di kesempatan ini Prof Yusril Ihza Mahendra menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Generasi Muda dan Formulasi Talenta Produktif: Merancang Jalan Berkarya untuk Membangun Negeri” untuk mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai insan terdidik.
“Lulusan UBB untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai bekal menghadapi tantangan zaman serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa,” katanya saat menyampaikan orasi ilmiah dalam wisuda yang berlangsung di Balai Besar UBB, Rabu (29/7/2026).
Yusril memparakan potensi besar Bangka Belitung sebagai daerah penghasil timah, kekayaan sumber daya alam tersebut harus dikelola berdasarkan ilmu pengetahuan agar mampu memberikan manfaat sebesar – besarnya tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
“Bangka Belitung adalah negeri yang kaya akan timah. Pengelolaannya harus dilakukan dengan ilmu pengetahuan agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan, baik di darat maupun di laut. Generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat kekayaan alam tersebut demi masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Rektor Universitas Bangka Belitung, Prof Ibrahim dalam sambutannya juga menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi di UBB.
“Atas nama pimpinan Universitas Bangka Belitung kami mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati beserta keluarga yang telah mendampingi setiap proses perjuangan hingga hari ini. Keberhasilan ini adalah kebanggaan bersama,” ujarnya.
Dalam refleksinya yang bertajuk “Kita: Dulu dan Kini”, Prof. Ibrahim juga mengajak para lulusan mengenang perjalanan sejak pertama kali menjadi mahasiswa hingga akhirnya berhasil menyelesaikan studi.

