Indeks Kerawanan Pemilu di Babel Masuk Kategori Sedang, Osykar: Kita Siapkan Langkah Pencegahan
BANGKA BELITUNG, TIMELINES.ID — Bawaslu RI mencatat Indeks Kerawan Pemilu (IKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Tahun 2024 masuk dalam kategori sedang dengan skors 29.89.
Dalam kategori tersebut terdapat dua Kabupaten rawan rendah terdiri dari Kabupaten Bangka, Kota Pangkalpinang, dan 5 Kabupaten/Kota rawan sedang terdiri dari Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Barat, dan Belitung Timur dan Belitung.
Meski termasuk dalam kategori sedang, Bawaslu Babel terus melakukan berbagai upaya pencegahan terhadap pelanggaran tahapan Pemilu tahun 2024 dengan melakukan analisis terhadap isu strategis yang menjadi perhatian penyelenggara pemilu.
“Kami siap untuk mengawasi seluruh tahapan Pemilu 2024 karena perencanaan sudah dimatangkan dimulai dari identifikasi wilayah rawan dan daerah rawan pelanggaran, kemudian penyusunan metode pencegahannya, sampai pada tahap pembinaan jajaran pengawas Pemilu telah kita laksanakan sebagai bentuk kematangan persiapan lembaga ini untuk mengawasi pemilu,” kata Osykar pada siaran persnya, Jumat (17/3/23).
la menjelaskan, mengenai analisis isu strategis yang dilakukan oleh Bawaslu Babel, pertama tentang netralitas dan profesionalitas penyelenggara Pemilu. Ketua Bawaslu Babel EM Osykar mengatakan, bahwa polemik netralitas dalam penyelenggaraan Pemilu menjadi pengalaman penting dalam menjaga kemandirian dan profesionalitas pelaksanaan tahapan Pemilu.
Kedua, mengenai potensi polarisasi masyarakat sehingga perlu mendapatkan perhatian penuh untuk tetap menjaga stabilitas dan kondusifitas dalam setiap tahapan Pemilu.
Ketiga, mengenai mitigasi dampak penggunaan media sosial, sehingga perlu dilakukan antisipasi terhadap penggunaan media sosial dan media digital dalam dinamika politik kedepan.
Keempat, mengenai pemenuhan hak memilih dan dipilih yang berkaitan dengan pemenuhan hak politik dan pelayanan penuh terhadap perempuan dan kelompok rentan.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.