Menjaga Warisan Budaya: Kala Rumah Adat dan Bahasa Daerah Jadi Diskusi Utama LAM Bangka Selatan
Menjaga Warisan Budaya: Kala Rumah Adat dan Bahasa Daerah Jadi Diskusi Utama LAM Bangka Selatan
Oleh: Iyek Aghnia
BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Cahaya rembulan menyinari Cafe Kupinoem yang terletak di kawasan Jalan Ahmad Yani Toboali Rabu (29/7/2026) malam. Alunan musik terdengar syahdu. Meromansakan malam yang ditaburi keindahan cahaya sang rembulan.
Di deretan kursi-kursi yang tersusun rapi, para pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) yang dinakhodai Datuk Kulul Junjung Behaoh asyik berdiskusi bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka Selatan Anshori yang didampingi Sekretaris Dinas Firman dan Kepala Bidang Kebudayaan M. Tatang.
Kopi dan pisang goreng serta penganan kecil terhampar di meja.
Diskusi menjadi menarik dengan hadirnya Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Afriyendy Gusti dan staf yang ikut bergabung.
Beberapa catatan mengemuka dalam diskusi yang diselingi dengan alunan pantun dari Ateng Rosyadi.
Mulai dari Rumah Adat hingga penggunaan Baju Adat Bangka Selatan. Tak terkecuali penggunaan bahasa daerah pada saat momentum penting daerah, seperti Hari Jadi Kabupaten Bangka Selatan 27 Januari dan Hari Jadi Kota Toboali 25 Oktober.
Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Junjung Behaoh Datuk Kulul berharap LAM memiliki sekretariat sebagai ruang berkumpul dan pertemuan para Pengurus LAM.
“Selama ini kita berkumpul di beragam tempat. Mulai dari ruangan bidang kebudayaan hingga rumah para pengurus LAM,” ungkap Datuk Kulul.
Selain itu Datuk Kulul berharap ada upaya pemerintah daerah untuk mengusulkan Batin Tikal sebagai Pahlawan dari Bangka Selatan.

