Tragedi Remaja 15 Tahun di Bangka Barat: Tiga Hari Disekap Pacar, Dipaksa Melayani di Bawah Ancaman Pembunuhan
BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Tangis histeris seorang ibu pecah saat mendapati anak perempuannya yang baru berusia 15 tahun, sebut saja Mawar (bukan nama sebenarnya), meminta dinikahkan begitu ditemukan.
Di balik permintaan tidak wajar remaja yang masih duduk di bangku sekolah tersebut, tersimpan trauma mendalam. Mawar ternyata menjadi korban penyekapan dan kekerasan seksual oleh kekasihnya sendiri selama tiga hari berturut-turut.
Aparat kepolisian dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bangka Barat bergerak cepat menangkap pelaku berinisial G (23). Pemuda asal Kecamatan Belinyu tersebut kini harus meringkuk di sel tahanan mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Kami tidak memberikan toleransi sedikit pun terhadap pelaku kejahatan seksual, terlebih yang korbannya adalah anak di bawah umur. Kasus ini menjadi perhatian serius kami di Unit PPA,” tegas Kasatreskrim Polres Bangka Barat, AKP Raja Taufik Ikrar Bintani melalui Kanit PPA, Aipda Feri Djohansyah, Minggu (23/8/2026).
Petaka ini bermula pada Rabu malam, 12 Agustus 2026. Mawar pamit pergi dari rumahnya di wilayah Kecamatan Jebus tanpa izin orang tua. Khawatir karena malam makin larut, sang ibu mencoba menghubungi ponsel Mawar pada pukul 23.00 Wib.
Panggilan itu diangkat oleh G. Dengan nada mengelak, G berdalih sedang mengajak Mawar makan di sebuah warung di desa tetangga dan berjanji akan mengantarkannya pulang. Namun, setelah percakapan singkat itu, ponsel Mawar mendadak mati total dan tidak bisa dihubungi lagi.
Firasat buruk membuat orang tua Mawar nekat mencari anak mereka hingga Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 03.30 dini hari, namun hasilnya nihil. Pencarian berlanjut hingga Jumat, 14 Agustus 2026, ketika orang tua Mawar memutuskan melacak keberadaan G hingga ke rumah orang tuanya di daerah Belinyu.

