Syair Maulid-Suluh di Balik Zaman
Oleh: Sukma Wijaya
Tatkala malam menyimpan rahasia,
Bintang berbisik di lengkung angkasa,
Lahir Sang Nabi, rahmat bagi semesta,
Menyingkap tabir antara fana dan baka.
Di tanah tandus tumbuhlah cahaya,
Dari lembah sunyi ke penjuru dunia,
Muhammad al-Amin, junjungan mulia,
Namanya harum melampaui segala masa.
Bukan sekadar gema di balai suara,
Bukan sekadar pelita menghias acara,
Maulid ialah cermin menilik bicara,
Apakah cinta menjelma menjadi laku nyata.
Baginda meniti jalan penuh derita,
Namun kasih tak pernah susut di dada,
Batu dibalas doa, cela dibalas cinta,
Demikian akhlak mengalahkan angkara.
Halaman

