Sekira 03.20 Wib
Oleh: Sang Peramu Aksara
Menepi, untuk berlari kembali;
mengumpulkan lagi amunisi,
memunguti reruntuhan palsunya diksi…
yang pernah singgah tanpa bukti.
Aku tak pernah pernah menyesal,
jika pikiranmu memang ‘tlah bebal.
Kusyukuri pernah mengenal,
walau harus luruh, lusuh terjungkal!
Ceritaku bukan keluh kesah,
hanya hembusan angin hempasan resah.
Batin ini dingin, sedikit lelah…
Terus mengalah ternyata salah.
Halaman

