Ukir Sejarah, Tim Syarhil Al-Qur’an Beltim Wakili Bangka Belitung di MTQ Nasional
Ukir Sejarah, Tim Syarhil Al-Qur’an Beltim Wakili Bangka Belitung di MTQ Nasional
BELITUNG TIMUR, TIMELINES.ID — Tiga Santriwati asal Belitung Timur (Beltim), akan membawa nama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ke panggung MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah. Dari TPA Al Marhamah, Adinda (17), Feby Dwi Aulia (16), dan Nadifha Sepira Ramadani (16) mencatat sejarah sebagai tim Syarhil Al-Qur’an pertama dari Beltim yang berhasil menembus tingkat nasional.
Adinda dan Feby merupakan siswi SMK Negeri 1 Manggar, masing-masing bertugas sebagai pensyarah dan sari tilawah. Sementara Nadifha, siswi SMA Negeri 1 Manggar, bertugas sebagai qariah.
Ketiganya berhasil meraih juara pertama MTQ tingkat Provinsi Babel dari tujuh kabupaten/kota. Setelah kembali menjalani proses seleksi, mereka akhirnya terpilih untuk mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada MTQ Nasional.
Bagi Adinda, kesempatan tampil di tingkat nasional menjadi pengalaman pertama yang menghadirkan rasa bangga sekaligus gugup.
“Rasanya pastinya deg-degan karena ini juga kami pertama kali untuk ikut ke nasional,” kata Adinda.
Meski demikian, persiapan terus dimatangkan. Tim telah mengikuti dua kali training center bersama pelatih provinsi dan melanjutkan latihan secara daring maupun mandiri. Ketiganya juga rutin berlatih bersama di TPA Al Marhamah maupun di rumah salah satu anggota tim.
“Insya Allah kami bertiga memberikan dakwah yang terbaik, memberikan prestasi yang terbaik juga buat Belitung Timur karena ini juga pengalaman pertama,” kata Adinda.
Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar mengatakan pemerintah daerah memberikan dukungan melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ). Dukungan tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi ketiga peserta.
“Semua orang tetap ingin juara. Tapi, di balik juara itu, kita minta sportivitas. Kemudian, tampil itu benar-benar maksimal nantinya, memberikan yang terbaiklah untuk Provinsi dan Kabupaten Belitung Timur tentunya,” ujar Khairil.
Khairil berharap keberangkatan tersebut tidak hanya menjadi momentum mengejar prestasi, tetapi juga membuka peluang lahirnya lebih banyak generasi muda berprestasi di bidang Al-Qur’an.

