Menyalakan Api Literasi, 80 Santri SMP NU Toboali Ikuti Pelatihan Membaca Kritis dan Menulis Cerpen

BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Upaya menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar terus dilakukan melalui kegiatan yang mendorong peserta didik tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu berpikir kritis dan menghasilkan karya. Sebanyak 80 santri dan santriwati SMP NU Toboali mengikuti kegiatan “Optimalisasi Budaya Literasi: Pelatihan Keterampilan Membaca Kritis dan Menulis Kreatif bagi Murid”, yang dilaksanakan pada 19 September 2026 di Aula SMP NU Toboali, Bangka Selatan.

Kegiatan tersebut menghadirkan Rapi, S.Pd., penulis dan pegiat literasi Bangka Selatan, sebagai pemateri, khususnya dalam sesi Pelatihan Menulis Cerpen. Para peserta mendapatkan pengenalan mengenai bagaimana menemukan ide cerita, membangun tokoh, menentukan konflik, mengembangkan alur, hingga menuangkan pengalaman dan imajinasi ke dalam sebuah cerita pendek.

Rapi menyampaikan bahwa kegiatan literasi seperti ini perlu terus dilakukan dan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, budaya menulis harus dibangun melalui kebiasaan dan ruang yang memungkinkan peserta didik berani menuangkan gagasan.

“Kegiatan seperti ini harus tetap hidup. Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak mampu menyampaikan gagasan, pengalaman, dan imajinasinya melalui tulisan,” ujar Rapi dalam kegiatan tersebut.

Ia juga mendorong para santri untuk tidak terlalu takut terhadap kesalahan ketika mulai menulis. Menurutnya, tulisan yang baik tidak selalu lahir dari seseorang yang langsung mahir, melainkan dari keberanian untuk memulai, menulis, membaca kembali, kemudian memperbaikinya.