KESEHATAN,TIMELINES.ID- Lemak yang memang terdapat di banyak sumber makanan mulai dari daging, santan hingga cara mengolah makanan tentunya berkaitan dengan penyakit kronis seperti kolestrol.

Nah dilansir dari Hellosehat.com, lemak pun terbagi menjadi dua yakni lemak jenuh dan lemak trans, nah berikut ini perbedaanya yang perlu kamu ketahui.

1. Sumber lemak jenuh dan lemak trans

Lemak jenuh terdapat pada daging merah, ayam, serta produk susu, seperti keju dan es krim, santan, mentega dan margarin.

Lemak jenuh juga dapat Anda temukan pada minyak kelapa, kelapa sawit, serta minyak sudah pernah dipakai untuk menggoreng (jelantah).

Sementara itu, asam lemak trans (trans fat) terbentuk saat cairan minyak menjadi lemak padat. Ada dua jenis dari lemak trans yang ditemukan di dalam makanan, yaitu lemak trans alami dan lemak trans buatan.

Baca Juga  Obati Masalah Diare Dengan Konsumsi Tempe, Enak dan Sehat

Lemak trans alami dihasilkan di dalam usus beberapa hewan sehingga terkandung dalam daging hewan dan olahannya. Contoh makanan yang mengandung lemak trans adalah susu dan produk daging olahan, seperti nuget, sosis, dan bakso.

Lemak trans buatan berasal dari proses penambahan hidrogen pada minyak sayur untuk membuatnya lebih padat.

Lemak trans sangat umum ditemukan pada makanan olahan dan kemasan, seperti makanan beku (frozen food), keripik kentang, gorengan, dan fast food (ayam goreng, kentang goreng, dan burger).

2. Risiko lemak jenuh dan lemak trans

Lemak jenuh dibutuhkan oleh tubuh untuk menjalankan fungsi membran sel. Namun, tingginya lemak jenuh di dalam tubuh bisa memengaruhi kesehatan.

Baca Juga  Turunukan Risiko Alzheimer, 10 Khasiat Menakjubkan Minum Teh Oolong

Peningkatan lemak jenuh berkaitan dengan tingginya kadar kolesterol jahat, low-density lipoprotein (LDL), dan kolesterol baik, high-density lipoprotein (HDL).

Terlalu banyak LDL sendiri berhubungan dengan penumpukan plak di pembuluh darah. Kondisi ini bisa menyumbat aliran darah dari jantung ke otak.

Namun, peningkatan kolesterol baik (HDL) bisa membawa kolesterol berlebih kembali ke hati sehingga tidak menumpuk di dalam darah.

Sedikit berbeda dengan lemak jenuh, tingginya lemak trans berhubungan dengan meningkatnya LDL sekaligus menurunkan HDL. Tubuh masih bisa memecah lemak jenuh menjadi komponen lemak yang lebih sederhana.

Namun, tubuh tidak memiliki enzim yang bisa memecah lemak trans. Pasalnya, lemak trans bukan merupakan lemak alami, melainkan hasil dari pemrosesan makanan.

Baca Juga  Gak Mau Malu Gara-gara Bau Mulut, Kenali Penyebabnya Dahulu