Menembus Batas: Kisah Pesenam Muda Beltim Menatap Emas Porprov VII

BELITUNG TIMUR, TIMELINES.ID — Matahari sore mulai condong ke ufuk Barat ketika sejumlah remaja usia sekolah berkumpul di GOR Eks SMA Pergib, Manggar, Jumat (2/10/2026) sore. Di atas matras, mereka bergantian melakukan gerakan salto, menjaga keseimbangan, hingga mengulang rangkaian gerakan yang sama berkali-kali. Sesekali terdengar arahan pelatih yang meminta mereka menyempurnakan teknik dan gerakan.

Mereka bukan atlet profesional yang telah lama meninggalkan bangku sekolah. Sebagian besar masih berusia belasan tahun. Atlet paling senior pun baru duduk di bangku SMA. Namun, di tengah kesibukan sebagai pelajar, mereka memikul tanggung jawab besar: berlatih dan mempersiapkan diri membawa nama baik Kabupaten Belitung Timur (Beltim) pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Bangka Belitung, November 2026 mendatang.

“Tidak bisa latian pagi karena tidak semua atlet dapat ijin Training Camp dari sekolahnya sehingga latihan pagi hanya dilakukan di hari Sabtu dan Minggu”, ungkap Pelatih Utama Persatuan Senam Indonesia (Persani) Beltim, Indah Darmayani kepada Diskominfo Beltim.

Sebanyak sepuluh atlet Persani Beltim imenjalani persiapan untuk menghadapi ajang empat tahunan tersebut. Putra-putri terbaik Beltim ini akan menjadi tumpuan untuk menyumbangkan emas di cabor yang kembali di pertandingakan pada Porprov VII ini.

Guru SMP Negeri 2 Manggar ini mengungkapkan mereka terdiri atas tiga atlet senam artistik putra, tiga atlet senam artistik putri, dan empat atlet senam ritmik. Masing-masing memiliki nomor dan rangkaian gerakan yang harus dikuasai sebelum tampil di arena pertandingan.

“Tiga orang turun di semua nomor baik beregu, serba bisa, dan final per alat, Artistik PI tiga orang turun di semua nomor dan ritmik 4 orang turun di semua alat,” berber Indah yang didampingi Marisa Ayu, mantan pelatih senior Persani Beltim.

Setiap hari, kecuali Senin, latihan berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 18.00 WIB. Waktu latihan itu menjadi bagian dari keseharian mereka setelah menjalani aktivitas sekolah. Pada akhir pekan, latihan juga dilakukan pada pagi hari.

Walau Terbatas, Persani Optimis Dapat Sumbang Empat Medali Emas 

Di balik semangat mereka, persiapan menuju Porprov masih dihadapkan pada sejumlah keterbatasan. Marisa Ayu mengungkapkan bahwa waktu latihan yang tersedia belum ideal. Para atlet belum dapat menjalani pemusatan latihan dengan sistem menginap atau training camp (TC), sehingga jadwal latihan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

“Jujur latihan menjadi kurang maksimal dengan tidak adanya TC inap. Persiapan kami optimalkan menyesuaikan dengan kondisi yang penuh kekurangan terutama tidak adanya suplemen untuk atlet” kata Ayu.

Keterbatasan juga terasa dari sisi perlengkapan. Sebagian besar alat latihan merupakan milik Persani, sementara beberapa peralatan seperti matras dan papan loncat dipinjam dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Kondisi peralatan yang belum memadai turut menjadi tantangan, bahkan membuat atlet lebih rentan mengalami cedera saat berlatih.