Ngerajut Sejarah, Ngerawat Tradisi: Bangka Selatan Matangkan Persiapan Festival Junjung Besaoh 2026
Ngerajut Sejarah, Ngerawat Tradisi: Bangka Selatan Matangkan Persiapan Festival Junjung Besaoh 2026
BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Junjung Besaoh Tahun 2026 yang akan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Toboali ke-318 Tahun 2026.
Festival Junjung Besaoh 2026 mengusung tema “Ngerajut Sejarah, Ngerawat Tradisi, Ngejago Budaya”. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang untuk mengangkat, merawat, sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah, tradisi, seni dan budaya masyarakat Toboali kepada masyarakat luas.
Persiapan pelaksanaan festival tersebut dibahas dalam rapat persiapan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan di Gedung Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Kamis (8/10/2026).

Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, S.A.P., M.Si., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Selatan adalah H. Mulyono, S.P., M.Si., CGCAE, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Selatan Evi Sastra, S.E., M.M, OPD terkait, lembaga adat, dewan kesenian, komunitas literasi budaya dan seni, beserta undangan.
Saat membuka kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, S.A.P., M.Si., menyampaikan bahwa Festival Junjung Besaoh merupakan momentum penting untuk menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah, khususnya kepada generasi muda.
“Festival Junjung Besaoh ini bukan hanya menjadi sebuah kegiatan hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk kita bersama-sama mengenang sejarah, merawat tradisi dan menjaga budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita. Melalui kegiatan ini, kita ingin agar generasi muda semakin mengenal dan mencintai budaya daerahnya,” ujar Anshori.
Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama, baik pemerintah, pelaku seni dan budaya, komunitas, dunia pendidikan maupun masyarakat. Karena itu, Festival Junjung Besaoh diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi sekaligus mendorong tumbuhnya rasa bangga terhadap identitas budaya lokal.
“Kita berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda yang terus dikembangkan dan memberikan ruang yang lebih luas bagi para pelaku seni, budaya, pelaku UMKM serta masyarakat untuk berpartisipasi. Yang paling penting, nilai-nilai budaya yang kita miliki jangan sampai hilang, tetapi harus terus kita wariskan kepada generasi berikutnya,” imbuhnya
Berdasarkan rundown yang telah disusun, Festival Junjung Besaoh 2026 akan menghadirkan beragam kegiatan yang berlangsung selama rangkaian festival, mulai dari perlombaan, bazar UMKM, pertunjukan seni dan budaya, festival kuliner tradisional, hingga malam puncak festival.
Rangkaian kegiatan diawali pada Rabu, 21 Oktober 2026, dengan Lomba Dongeng Bahasa Habang yang berlangsung pukul 13.00–17.30 WIB. Pada hari yang sama, masyarakat juga dapat mengunjungi Bazar UMKM mulai pukul 16.00–22.00 WIB.
Selanjutnya, pada malam hari pukul 19.00–22.00 WIB, akan dilaksanakan Buka Lawang (Opening Ceremony) Festival Junjung Besaoh 2026 yang dimeriahkan dengan penampilan Eksotika Habang Percussion & Friend, Tari Gajah Manunggang, serta Tari Tigel.

