Ngerajut Sejarah, Ngerawat Tradisi: Bangka Selatan Matangkan Persiapan Festival Junjung Besaoh 2026
Pada Kamis, 22 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan dengan Lomba Puisi Bahasa Habang pada pukul 13.00–17.30 WIB. Bazar UMKM kembali dibuka pukul 16.00–22.00 WIB, kemudian pada pukul 19.00–22.00 WIB digelar Junjung Besaoh Got Talent.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada Jumat, 23 Oktober 2026, dengan Lomba Pantun Bahasa Habang pada pukul 13.00–17.30 WIB. Bazar UMKM berlangsung pukul 16.00–22.00 WIB, sedangkan malam harinya kembali digelar Junjung Besaoh Got Talent.
Memasuki Sabtu, 24 Oktober 2026, festival menghadirkan lebih banyak kegiatan. Mulai pukul 08.00–12.00 WIB digelar Lomba Pidato Bahasa Habang, Gegen/Pagelaran Permainan Tradisional, serta kegiatan Bazar UMKM yang berlangsung hingga pukul 22.00 WIB.
Pada hari yang sama juga digelar Festival Kuliner Tradisional “Ngarawat Rase” mulai pukul 08.00–22.00 WIB. Sementara pada pukul 15.00–17.00 WIB berlangsung Lomba Fashion Show Tempo Doeloe.
Malam harinya, pukul 19.00–22.00 WIB, masyarakat akan disuguhkan Habang Berdendang Hiburan, dengan penampilan sejumlah artis, di antaranya Erhan, Yulia dan Bintang.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada Minggu, 25 Oktober 2026. Agenda diawali dengan Paripurna DPRD “Hari Jadi Toboali ke-318” pada pukul 09.00–11.00 WIB, dilanjutkan Perayaan Kawan Heredek pada pukul 11.00–14.00 WIB.
Pada pukul 14.00–17.00 WIB, festival menghadirkan Seminar “Toboali Berkisah” serta Festival Kuliner Tradisional “Ngarawat Rase”. Bazar UMKM juga kembali dibuka mulai pukul 15.00–22.00 WIB.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan pada hari tersebut, akan digelar Malam Puncak Festival Junjung Besaoh 2026 pada pukul 19.00–22.00 WIB.
Beragam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Festival Junjung Besaoh tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk menghidupkan kembali berbagai tradisi, permainan rakyat, bahasa daerah, kuliner tradisional, seni pertunjukan dan kisah sejarah Toboali.
Melalui tema “Ngerajut Sejarah, Ngerawat Tradisi, Ngejago Budaya”, Festival Junjung Besaoh 2026 diharapkan mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya daerah sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi budaya Toboali kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan juga melibatkan berbagai unsur dalam persiapan kegiatan, mulai dari perangkat daerah, unsur keamanan, kecamatan dan kelurahan, lembaga adat, dewan kesenian, komunitas literasi budaya dan seni, hingga pihak penyelenggara.
Dengan kolaborasi tersebut, pelaksanaan Festival Junjung Besaoh 2026 diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, meriah dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, sekaligus memperkuat identitas budaya Toboali sebagai bagian penting dari sejarah dan kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan.

