Oleh: Sang Peramu Aksara

Kau bangga dengan diksi?
Kau puas diembus puji?
Anganmu melayang kenyang kepayang!
Menyandang gelar sastrawan tenar,
tapi … kau pengobral dusta!
Kau jual tubuhmu sambil bergaya,
engkau bubuhkan nama pena penuh percaya.

Menggadaikan isi kepala,
berbekal chat mesra penuh rayu manja
kepada robot yang tak bernyawa,
menghabisi waktumu dengan sanjungan semu.