Sukses Digelar, Festival Junjung Besaoh Diharapkan Jadi Agenda Wisata Budaya Unggulan Bangka Selatan

BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Wakil Bupati Bangka Selatan Hj. Debby Vita Dewi, S. E., M. M., secara resmi menutup Festival Junjung Besaoh Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Toboali ke-318, Minggu (25/10/2026).

Festival yang mengusung semangat “Ngerajut Sejarah, Ngerawat Tradisi, Ngejago Budaya” ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan warisan budaya, merawat tradisi, serta menjaga identitas daerah di tengah perkembangan zaman.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kabupaten Bangka Selatan, Sekretaris Daerah beserta staf ahli, asisten dan kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, kepala instansi vertikal, Ketua Lembaga Adat Melayu Bangka Selatan, Dewan Kesenian Kabupaten Bangka Selatan, para ketua organisasi perempuan dan organisasi terkait, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

Ketua Komunitas Literasi Budaya dan Seni (Libas) Basel Yulhaidir menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba dongeng.

Dalam sambutannya, Wabup Debby menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia, Lembaga Adat Melayu, Dewan Kesenian, perangkat daerah, komunitas seni dan budaya, pelaku UMKM, peserta, mitra penyelenggara, sponsor, serta masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan Festival Junjung Besaoh Tahun 2026.

Menurutnya, penyelenggaraan festival ini tidak hanya menjadi perayaan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Toboali ke-318, tetapi juga memiliki makna penting bagi pelestarian budaya, penguatan identitas daerah, pengembangan pariwisata, dan peningkatan perekonomian masyarakat.

“Sebagaimana semangat yang kita usung dalam peringatan Hari Jadi Kota Toboali ke-318, yaitu Ngerajut Sejarah, Ngerawat Tradisi, Ngejago Budaya, kita ingin menegaskan bahwa kemajuan daerah harus tetap berpijak pada sejarah, kearifan lokal, dan kebudayaan yang diwariskan oleh para pendahulu kita,” ujarnya.

Para juri lomba pantu foto bersama dengan pemenang.

Wabup Debby menuturkan, selama rangkaian festival berlangsung, masyarakat telah menyaksikan beragam pertunjukan seni budaya, kegiatan literasi Bahasa Habang, keterlibatan komunitas budaya, serta partisipasi pelaku ekonomi kreatif. Hal tersebut menunjukkan bahwa Bangka Selatan memiliki kekayaan budaya yang patut dijaga, dikembangkan, dan dipromosikan secara lebih luas.

Wabup Debby juga menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelaku seni, budayawan, tokoh adat, tenaga pendidik, hingga generasi muda sebagai penerus warisan budaya daerah.

Untuk itu, Wabup Debby berharap Festival Junjung Besaoh dapat terus dikembangkan menjadi agenda tahunan yang memiliki karakter dan identitas budaya khas Bangka Selatan, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang dikenal di tingkat regional maupun nasional.