Selain sebagai ruang ekspresi bagi para seniman dan komunitas budaya, festival ini diharapkan mampu memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar serta mendorong masyarakat semakin mengenal dan mencintai daerahnya sendiri.

Ketua tim juri lomba pidato bahasa habang Triyadi menyerahkan hadiah kepada pemenang.

“Pelestarian budaya tidak boleh hanya berlangsung di panggung pertunjukan atau pada saat festival diselenggarakan. Budaya harus hadir dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari proses pendidikan generasi penerus,” tegasnya.

Wabup Debby juga mengharapkan adanya sinergi antara perangkat daerah terkait, para budayawan, tokoh adat, komunitas budaya, Dewan Kesenian, Lembaga Adat Melayu, serta satuan pendidikan untuk mengintegrasikan kekayaan budaya lokal Bangka Selatan dalam pembelajaran di sekolah sesuai ketentuan kurikulum yang berlaku.

Wabup Debby menambahkan, evaluasi dan perbaikan terhadap penyelenggaraan festival perlu terus dilakukan agar pelaksanaan pada tahun-tahun mendatang semakin berkualitas, memperkuat identitas budaya, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Tim juri lomba puisi bahasa Habang.

Mengakhiri sambutannya, Wabup Debby kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap semangat Festival Junjung Besaoh tetap hidup dalam keseharian masyarakat melalui sikap saling menghormati, semangat gotong royong, kepedulian terhadap sesama, serta kecintaan terhadap daerah.

“Budaya yang hanya dipertunjukkan dapat menjadi tontonan, tetapi budaya yang dipelajari, dipahami, dan diwariskan akan tetap hidup sepanjang zaman. Inilah warisan berharga yang harus kita jaga bersama dan kita titipkan kepada generasi Bangka Selatan di masa depan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Wabup Debby secara resmi menyatakan Festival Junjung Besaoh Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Toboali ke-318 ditutup. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan dapat membawa manfaat, keberkahan, serta semangat baru bagi pembangunan dan kemajuan Kabupaten Bangka Selatan.

Panitia Festival Junjung Besaoh 2026

Penutupan Festival Junjung Besaoh 2026 menjadi pengingat bahwa sejarah, tradisi, dan budaya merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat Bangka Selatan. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kekayaan budaya daerah diharapkan terus terpelihara dan diwariskan kepada generasi mendatang.